Nokia–Indosat Perkuat Jaringan 5G Berbasis AI di Indonesia, Dorong Transformasi Digital Nasional

Espoo, Finlandia — Perusahaan teknologi global Nokia bersama operator seluler Indosat Ooredoo Hutchison resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat jaringan 5G di Indonesia sekaligus menghadirkan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kerja sama ini difokuskan pada modernisasi jaringan seluler melalui penerapan 5G Radio Access Network (RAN) di pita frekuensi rendah dan menengah, guna memperluas jangkauan layanan hingga ke seluruh pelosok Tanah Air. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, kualitas, dan keandalan jaringan digital nasional.

Tak hanya memperkuat infrastruktur, kolaborasi ini juga menjadi pintu masuk percepatan layanan digital berbasis AI, termasuk pengembangan arsitektur AI-RAN dan AI Grid yang turut dikembangkan bersama NVIDIA.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar peningkatan jaringan, tetapi juga upaya menghadirkan pengalaman digital yang lebih bermakna bagi masyarakat.

“Di Indosat, kami terus berkembang untuk melayani pelanggan #LebihBaik dengan memahami kebutuhan mereka secara lebih mendalam. Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar dan inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam evolusi industri telekomunikasi global menuju jaringan yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan.

“Babak berikutnya jaringan akan ditentukan oleh kemampuan menggabungkan konektivitas dan kecerdasan. Bersama Indosat dan NVIDIA, kami membangun jaringan yang lebih efisien, cerdas, dan bernilai jangka panjang,” katanya.

Dari pihak NVIDIA, SVP Telecoms Ronnie Vasishta menambahkan bahwa pengembangan AI-RAN akan menjadikan jaringan 5G sebagai platform kecerdasan yang mampu mendukung lahirnya berbagai aplikasi baru dan efisiensi jaringan yang lebih tinggi.

Melalui kolaborasi ini, ketiga perusahaan menargetkan penguatan ekosistem digital Indonesia, termasuk perluasan layanan untuk sektor publik, pendidikan, kesehatan, hingga pertanian. Infrastruktur baru ini juga akan mendukung pengembangan AI Factory dan AI Grid yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Dengan integrasi 5G dan AI, Indonesia diproyeksikan memasuki fase baru transformasi digital yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *