Saat Mukhlis Basri Mendatangi Si Kembar Berprestasi Asal Krui yang Berjuang Menggapai Masa Depan
BEKASI – Tidak ada kemewahan di rumah kontrakan sederhana di Karang Bahagia, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (14/7). Dindingnya biasa saja, ruangannya sempit, namun di dalamnya tumbuh mimpi-mimpi besar yang sedang diperjuangkan dua anak kembar asal Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Rumah itulah yang didatangi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri. Bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah pesan bahwa perjuangan anak-anak daerah tidak boleh berjalan sendirian.
Di tengah perbincangan hangat bersama kedua siswa kembar dan keluarganya, Mukhlis lebih banyak mendengar. Ia ingin mengetahui bagaimana keseharian mereka menjalani pendidikan jauh dari kampung halaman, sekaligus memastikan semangat mereka tetap menyala meski hidup di perantauan dengan segala keterbatasan.
Baginya, prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas yang serba lengkap. Justru dari ruang-ruang sederhana sering muncul anak-anak dengan tekad luar biasa.
“Saya datang untuk memberikan semangat kepada adik-adik kita yang telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Mereka adalah kebanggaan Lampung dan aset bangsa yang harus kita jaga serta dukung bersama,” ujar Mukhlis Basri.
Mantan Bupati Lampung Barat itu menilai, keberhasilan seorang anak tidak boleh ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarganya. Setiap anak yang memiliki kemampuan harus memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan menggapai cita-cita.
Menurutnya, kehadiran negara tidak cukup diwujudkan melalui regulasi semata, tetapi juga lewat kepedulian nyata kepada mereka yang sedang berjuang.
“Jangan sampai ada anak yang memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi harus berhenti menggapai cita-citanya karena persoalan biaya atau kurangnya perhatian. Negara harus hadir, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk membantu mereka,” tegasnya.
Kunjungan itu menjadi pengingat bahwa di balik gedung-gedung tinggi kawasan industri Bekasi, ada putra-putri Lampung yang tengah mempertaruhkan masa depan melalui pendidikan. Mereka rela meninggalkan kampung halaman demi satu harapan: mengubah kehidupan menjadi lebih baik.
Mukhlis berharap semangat kedua siswa kembar asal Krui itu dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk tidak menyerah pada keadaan. Sebaliknya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha untuk bergandengan tangan membuka jalan bagi anak-anak berprestasi dari daerah.
Sebab, dari sebuah rumah kontrakan yang sederhana, bukan tidak mungkin lahir pemimpin, ilmuwan, atau tokoh besar yang kelak membawa nama Lampung dan Indonesia ke panggung yang lebih tinggi. (*).












