Transformasi Aset Jadi Mesin Pertumbuhan, Dorong Nilai Tambah dan Ekonomi Daerah
LAMPUNG SELATAN – Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Dr. Abdul Rivai Ras, menegaskan komitmen perusahaan untuk mempercepat transformasi bisnis melalui optimalisasi aset. Seluruh aset perusahaan didorong menjadi aset produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya saing korporasi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Abdul Rivai Ras saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung, Sabtu (11/7). Dalam kunjungan itu, ia meninjau sejumlah aset PTPN I Regional 7 yang telah dikembangkan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga, sekaligus melihat potensi pengembangan aset lainnya.
Salah satu lokasi yang dikunjungi ialah Rio by the Beach, kawasan wisata pantai di wilayah Kebun Bergen, Afdeling Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Kawasan yang merupakan aset perusahaan tersebut kini berkembang menjadi destinasi wisata melalui pola kerja sama pemanfaatan aset, sehingga mampu menghadirkan nilai ekonomi baru bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar.
Selain itu, Abdul Rivai Ras juga meninjau D’Rajas Resto, aset perusahaan yang sebelumnya difungsikan sebagai mess karyawan. Melalui pendekatan bisnis yang lebih adaptif, aset tersebut disulap menjadi restoran komersial yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bukti perubahan paradigma pengelolaan aset di lingkungan PTPN I, dari sekadar aset penunjang operasional menjadi aset produktif yang mampu memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap kinerja perusahaan.
“Aset perusahaan harus dikelola secara optimal agar memberikan manfaat yang maksimal. Kami ingin memastikan setiap aset PTPN I tidak hanya tercatat sebagai kekayaan perusahaan, tetapi mampu menjadi sumber nilai tambah yang mendukung pertumbuhan bisnis dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujar Abdul Rivai Ras.
Ia menilai, optimalisasi aset merupakan bagian penting dari agenda transformasi perusahaan menuju korporasi agribisnis yang modern, efisien, dan memiliki daya saing tinggi.
Menurutnya, kolaborasi strategis dengan mitra usaha menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam mempercepat pemanfaatan aset secara profesional dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
“Kerja sama pemanfaatan aset menjadi salah satu strategi untuk menghadirkan inovasi dalam pengelolaan bisnis. Dengan kolaborasi yang tepat, aset perusahaan dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” kata Bro Rivai, sapaan akrab Abdul Rivai Ras.
Selain meninjau aset yang telah dikembangkan, Direktur Utama PTPN I juga mengunjungi Kantor Regional 7 beserta kawasan emplasemennya. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap kondisi aset, kesiapan operasional, sekaligus mendorong jajaran Regional 7 agar terus meningkatkan kinerja melalui inovasi dan optimalisasi sumber daya perusahaan.
Optimalisasi aset, lanjut Abdul Rivai Ras, merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi bisnis PTPN I di tengah dinamika industri perkebunan nasional. Dengan pengelolaan aset yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada penciptaan nilai, perusahaan optimistis mampu meningkatkan kinerja korporasi sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah operasional.
Transformasi aset tersebut juga menjadi bagian dari visi besar PTPN I dalam membangun perusahaan perkebunan negara yang adaptif terhadap perubahan zaman, berdaya saing tinggi, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi negara, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan. (*).












