Hidupkan Buku di Rak, RELIMA Lampung Gaungkan Gerakan Membaca Nyaring

Webinar Read Aloud Dorong Koleksi Bantuan Perpusnas RI Lebih Bermakna dan Dimanfaatkan Masyarakat

Bandarlampung – Ribuan koleksi buku yang selama ini tersimpan di perpustakaan diharapkan tak lagi sekadar menjadi pajangan. Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Provinsi Lampung menggencarkan gerakan membaca nyaring (read aloud) sebagai strategi menghidupkan koleksi buku sekaligus menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat.

Gerakan tersebut diwujudkan melalui webinar “Membaca Nyaring (Read Aloud)” yang digelar secara daring, Rabu (22/7). Kegiatan ini menyasar relawan literasi, pengelola perpustakaan, guru, orang tua hingga pegiat literasi agar mampu mengoptimalkan pemanfaatan koleksi buku di perpustakaan melalui metode membaca nyaring.

Founder Read Aloud Lampung sekaligus Founder Read Aloud Kota Metro, Anggun Novitia Sari, didapuk sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Anggun menjelaskan membaca nyaring bukan sekadar membacakan isi buku, tetapi menjadi cara efektif membangun kemampuan bahasa anak sejak dini, mulai dari memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan menyimak, melatih komunikasi, hingga mendukung kemampuan membaca dan menulis.

“Melalui membaca nyaring, anak tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga membangun fondasi bahasa yang akan sangat bermanfaat bagi proses belajarnya di masa depan,” ujarnya.

Koordinator RELIMA Perpusnas RI Wilayah Provinsi Lampung sekaligus RELIMA Lokus Kota Bandar Lampung, Yoga Pratama, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya agar koleksi buku bantuan Perpustakaan Nasional RI maupun berbagai pihak lainnya benar-benar dimanfaatkan masyarakat.

“Perpustakaan memiliki banyak koleksi bacaan yang berasal dari bantuan Perpustakaan Nasional RI maupun berbagai pihak lainnya. Melalui pelatihan membaca nyaring ini, kami ingin mendorong agar koleksi tersebut lebih sering dimanfaatkan dalam kegiatan literasi, sehingga buku benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya tersimpan di rak,” kata Yoga.

Menurutnya, webinar juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas relawan literasi agar mampu menghadirkan kegiatan membaca yang lebih menarik, interaktif, dan berdampak di daerah masing-masing.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi RELIMA dari Bandar Lampung, Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Timur, Pringsewu, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.

Melalui gerakan membaca nyaring, RELIMA berharap koleksi buku di perpustakaan desa, sekolah, taman bacaan masyarakat hingga perpustakaan umum semakin hidup, sehingga budaya membaca di Lampung terus tumbuh dan berkelanjutan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *