Berhasil Amankan Aset Negara, Sinergi dengan BKO TNI Jadi Percontohan Nasional
JAKARTA – Keberhasilan menjaga aset negara dari ancaman pencurian mengantarkan Tim Pengamanan PTPN I Regional 7 Kebun Bergen, Lampung Selatan, meraih penghargaan bergengsi dari PTPN III (Persero) Holding. Apresiasi diserahkan langsung oleh Direktur Aset Holding Perkebunan Nusantara, Komjen Pol (Purn) Agung Setya Imam Efendi, di Jakarta, Rabu (5/8).
Empat personel Satpam Kebun Bergen, yakni Ratno, Triyono, Ariyanto, dan Heri Supriadi, menerima penghargaan atas dedikasi dan keberhasilan mereka meminimalisasi gangguan keamanan, khususnya aksi pencurian hasil produksi karet. Pengamanan di lapangan dilakukan bersama personel BKO TNI yang selama ini memperkuat sistem keamanan kebun.
Dalam arahannya, Agung Setya Imam Efendi menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama keberlangsungan operasional perusahaan. Tanpa kondisi yang aman, produktivitas perusahaan tidak mungkin berjalan optimal.
“Aspek keamanan adalah elemen utama dalam operasional perusahaan. Tanpa rasa aman tidak akan ada produksi dan produktivitas. Ketika keamanan terjaga, operasional berjalan nyaman dan produktivitas akan meningkat,” tegas Agung.
Menurut mantan jenderal polisi bintang tiga itu, penghargaan diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, keberanian, dan profesionalisme para petugas dalam melindungi aset perusahaan yang merupakan bagian dari kekayaan negara.
Ia menekankan bahwa menjaga aset PTPN sejatinya adalah menjaga kepentingan negara karena keuntungan perusahaan akan kembali kepada pemerintah untuk mendukung pembangunan nasional.
“PTPN adalah perusahaan milik negara. Karena itu, menjaga aset PTPN sejatinya adalah menjaga negara. Hasil usaha perusahaan pada akhirnya kembali kepada negara untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Agung juga mengapresiasi soliditas kerja sama antara pengamanan internal PTPN dan personel BKO TNI di Kebun Bergen. Menurutnya, sinergi tersebut terbukti efektif menggagalkan berbagai potensi tindakan ilegal di wilayah operasional.
Ia mengingatkan agar mekanisme penegakan hukum, termasuk penerapan restorative justice, tidak mengurangi komitmen seluruh personel dalam menjaga aset negara.
“Penegakan hukum memiliki mekanismenya sendiri, namun komitmen menjaga aset negara tidak boleh surut. Kebun harus tetap aman agar terus produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan TJSL PTPN I, Dinnar Arrafah Utang, menyebut penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh petugas pengamanan di lingkungan perusahaan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga aset perusahaan. Kami berkomitmen memastikan aset negara tetap aman, produktif, dan memberikan manfaat maksimal,” ujar Dinnar.
Menindaklanjuti arahan Holding, Asisten Pertanahan dan Keamanan PTPN I Regional 7 Jhon Iwan Kurniawan bersama Asisten Personalia Kebun Bergen Angga Harris Saputra menegaskan komitmen memperkuat sistem pengamanan melalui peningkatan kapasitas personel, pengawasan yang lebih intensif, serta penguatan sinergi dengan aparat penegak hukum guna menekan potensi gangguan keamanan di wilayah operasional. (*).












