Wiwik: PIP-WK Bukan Sekadar Sosialisasi

Perkuat Persaudaraan Warga di Tengah Tantangan Globalisasi

BANDAR LAMPUNG — Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat. Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Wiwik Anggraini, S.H., saat menggelar kegiatan PIP-WK di Kecamatan Way Halim, Rabu (24/9/2026).

Mengusung tema “Penguatan Ideologi Pancasila di Era Globalisasi”, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan dan komunikasi antarwarga.

Wiwik mengatakan, kesibukan masyarakat sehari-hari terkadang membuat ruang interaksi dan silaturahmi semakin terbatas. Karena itu, kegiatan PIP-WK dinilai dapat menjadi momentum untuk kembali membangun kebersamaan.

“PIP-WK ini bukan hanya sosialisasi, tapi juga ajang silaturahmi antarwarga. Kita bisa duduk bersama, berdiskusi, dan saling menguatkan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujar Wiwik.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Nurhasanah, mantan Ketua DPRD Provinsi Lampung, serta Widya Rizki Eka Putri, dosen Universitas Lampung (Unila).

Nurhasanah menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam menjaga persatuan masyarakat. Menurutnya, nilai gotong royong dan musyawarah yang terkandung dalam Pancasila tetap relevan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pancasila itu mengajarkan kita untuk hidup rukun. Beda pilihan, beda suku, beda agama, kita tetap satu. Silaturahmi seperti ini adalah wujud nyata dari pengamalan Pancasila,” tegas Nurhasanah.

Sementara itu, Widya Rizki Eka Putri mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap tantangan yang muncul seiring derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Ia menilai kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks maupun paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

“Globalisasi tidak bisa kita hindari, tapi harus kita saring. Caranya dengan memperkuat literasi kebangsaan dan etika digital berbasis Pancasila,” jelas Widya.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut. Selain memperoleh pemahaman mengenai ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, warga juga memanfaatkan kesempatan itu untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta memperkuat komunikasi dan kebersamaan di lingkungan masing-masing.

Melalui PIP-WK, Wiwik berharap nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun kerukunan, gotong royong, dan persaudaraan antarwarga. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *