UKMBS Kombir Darmajaya Tunjukkan Eksistensi Lewat Pagelaran Seni “Per-empu-an”

Puluhan Karya Seniman Muda Pikat Pecinta Seni Lampung, Angkat Perempuan sebagai Cahaya dan Penjaga Budaya

Bandarlampung – Dunia seni rupa Lampung kembali bergairah. Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Komunitas Biroe (Kombir) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menunjukkan eksistensinya melalui Pagelaran Seni “PER-EMPU-AN: Cahaya dan Budaya” yang berlangsung di Gedung Pameran UPTD Taman Budaya Lampung pada 4–8 Juni 2026.

Mengusung tema perempuan sebagai cahaya kehidupan sekaligus penjaga budaya, pagelaran ini menghadirkan ruang ekspresi kreatif bagi para seniman muda untuk menyampaikan gagasan, kritik sosial, dan refleksi kemanusiaan melalui karya seni visual.

Sebanyak 47 lukisan, tiga karya instalasi, dan dua karya sketsa wajah berhasil lolos proses kurasi dan dipamerkan kepada publik. Karya-karya tersebut menampilkan beragam pendekatan artistik, mulai dari lukisan realis, ilustrasi kontemporer, hingga karya eksperimental yang sarat makna.

Kurator seni, David, S.Sn., menilai karya para peserta memiliki kekuatan visual dan emosional yang mampu menyampaikan pesan mendalam kepada pengunjung. Setiap karya menawarkan perspektif berbeda tentang perempuan, budaya, dan dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang.

Pagelaran resmi dibuka Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., didampingi Direktur Kemahasiswaan dan Rumah Tangga IIB Darmajaya, Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I. Kehadiran keduanya menjadi bukti komitmen institusi dalam mendukung kreativitas mahasiswa di bidang seni dan budaya.

Sejumlah tokoh seni dan budaya Lampung turut menghadiri pembukaan, di antaranya Mbah Pulung Suwandaru, Joko Iryanta, Helmi Azhari, Anshori Djausal, Ketua Komite Seni Rupa CH Sapto Wibowo, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Lampung, serta Pemimpin Redaksi RRI Lampung.

Dalam sambutannya, Dr. Firmansyah mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menjadi ruang kreatif sekaligus sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi ruang refleksi, edukasi, dan penguatan karakter mahasiswa melalui budaya,” ujarnya.

Menurutnya, tema “PER-EMPU-AN: Cahaya dan Budaya” memiliki makna mendalam karena menggambarkan perempuan sebagai sumber inspirasi, kekuatan, sekaligus fondasi peradaban dalam kehidupan sosial dan budaya.

Tak hanya menyajikan pameran karya, rangkaian kegiatan juga menghadirkan berbagai agenda interaktif. Mulai dari Diskusi Seni Rupa yang mempertemukan seniman, mahasiswa, dan masyarakat untuk membahas perkembangan seni kontemporer, hingga kegiatan Sketsa Bersama Model yang mendapat antusiasme tinggi dari pecinta seni visual.

Pagelaran akan ditutup dengan pertunjukan seni tari dan teater pada 8 Juni 2026 di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung.

Suasana artistik yang kuat, karya-karya penuh pesan, serta ruang interaksi kreatif menjadikan pagelaran ini sebagai salah satu agenda seni yang menarik perhatian masyarakat Lampung. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa IIB Darmajaya membuktikan bahwa seni bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi juga medium membangun empati sosial, menyuarakan gagasan, dan memperkuat identitas budaya di tengah pesatnya perkembangan era digital. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *