Iqbal: Deklarasi Jangan Berhenti Seremoni, Harus Ada Gerakan Nyata
Bandarlampung — Generasi muda Lampung didorong tidak sekadar menjadi penonton pembangunan, tetapi tampil sebagai motor penggerak dalam menentukan arah pembangunan daerah dan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut mengemuka dalam Deklarasi dan Dialog Rembuk Pemuda Lampung bertema “Pemuda Lampung Motor Penggerak Menuju Indonesia Emas 2045” di D’Jaya House, Jalan Landak Nomor 12, Sidodadi, Bandar Lampung, Sabtu (22/8/2026) malam.
Ketua DPD KNPI Provinsi Lampung, Iqbal Ardiansyah, S.Si., M.M., yang menjadi salah satu pemantik dialog, menegaskan bonus demografi harus dijawab dengan peningkatan kualitas, kapasitas, kepemimpinan dan kemampuan kolaborasi generasi muda.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi, menjadi motor penggerak, sekaligus ikut menentukan arah pembangunan yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Iqbal.
Menurutnya, bonus demografi merupakan peluang besar bagi Indonesia. Namun, peluang tersebut hanya akan menjadi kekuatan apabila generasi mudanya memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, Iqbal menilai Rembuk Pemuda Lampung memiliki arti strategis sebagai ruang mempertemukan berbagai elemen kepemudaan untuk membangun komunikasi, menyatukan gagasan dan merumuskan langkah konkret.
“Yang kita butuhkan hari ini bukan sekadar banyaknya organisasi atau banyaknya forum, tetapi bagaimana seluruh potensi pemuda bisa duduk bersama, saling menguatkan dan melahirkan gagasan yang benar-benar bisa diwujudkan,” ujarnya.
Iqbal mengingatkan perbedaan latar belakang organisasi, komunitas maupun pilihan gerakan tidak boleh menjadi penghambat kolaborasi.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, transformasi ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga berbagai persoalan sosial membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.
“Pemuda Lampung harus memiliki keberanian untuk berpikir kritis, tetapi tetap konstruktif. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan semangat untuk membangun daerah,” katanya.
Ia menilai organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem generasi muda yang produktif, kritis dan adaptif.
Dalam konteks tersebut, KNPI Lampung berkomitmen membuka ruang dialog dan kolaborasi antarpemuda sehingga energi besar generasi muda dapat diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“KNPI harus menjadi rumah bersama bagi pemuda. Kita ingin membangun ekosistem yang terbuka, kolaboratif dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak muda untuk menyampaikan gagasan serta mengambil peran,” tutur Iqbal.
Pesan paling tegas disampaikan Iqbal agar Rembuk Pemuda Lampung tidak berhenti pada deklarasi dan diskusi.
Ia mendorong hasil forum tersebut diterjemahkan menjadi program konkret yang dapat dikawal bersama dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Deklarasi ini jangan berhenti sebagai seremoni. Setelah ini harus ada kerja bersama, ada program, ada gagasan yang kita kawal dan ada kontribusi nyata pemuda bagi Lampung,” tegasnya.
Menurut Iqbal, pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan proses panjang. Karena itu, persiapan harus dilakukan sejak sekarang, termasuk dengan memperkuat jejaring antarpemuda dan organisasi kepemudaan.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan datang dengan sendirinya. Ada proses panjang yang harus kita siapkan dari sekarang. Dan saya percaya, pemuda Lampung memiliki kapasitas untuk menjadi bagian penting dari proses tersebut,” pungkasnya.
Deklarasi dan Dialog Rembuk Pemuda Lampung menjadi ruang bersama bagi generasi muda untuk membahas berbagai tantangan sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi dalam pembangunan.
Forum tersebut mendorong perubahan paradigma pemuda, dari sekadar penerima manfaat pembangunan menjadi subjek pembangunan.
Pemuda Lampung diharapkan mampu melahirkan gagasan, membangun jejaring, mengawal kebijakan serta menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Rembuk Pemuda Lampung diharapkan menjadi titik awal terbentuknya gerakan kepemudaan yang lebih terarah, produktif dan berkelanjutan.
Target akhirnya jelas: menjadikan energi generasi muda Lampung sebagai salah satu kekuatan penting untuk mendorong pembangunan daerah sekaligus mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (RED).












