Lampung Selatan – Program Padat Karya yang diinisiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui aspirasi Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri, dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.
Hal itu disampaikan Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Jati Agung, Antonius Gunarso, usai pelaksanaan Diklat Pembekalan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (30–31/7), di lokasi pembangunan hotel miliknya di Dusun Jatisari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.
Menurut Antonius, pembangunan infrastruktur tidak hanya membutuhkan anggaran yang besar, tetapi juga harus didukung tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai standar nasional.
“Pembekalan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi ini sangat penting untuk melahirkan tenaga kerja yang kompeten sehingga mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR yang telah menyelenggarakan program tersebut, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri, yang memperjuangkan kegiatan itu melalui program aspirasi.
“Terima kasih kepada Bapak Mukhlis Basri dan Kementerian PUPR. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena membuka kesempatan bagi tenaga kerja konstruksi untuk memiliki sertifikat kompetensi sebagai bekal bersaing di dunia kerja,” katanya.
Antonius menilai, sertifikasi menjadi nilai tambah bagi pekerja konstruksi di tengah persaingan tenaga kerja yang semakin ketat. Dengan keterampilan yang diakui secara resmi, peluang masyarakat untuk memperoleh pekerjaan maupun meningkatkan profesionalisme akan semakin terbuka.
Kegiatan pembekalan menghadirkan instruktur dari Lembaga Sertifikasi Profesi Tenaga Konstruksi Nasional (LSP-TKN), sementara uji kompetensi dilaksanakan bekerja sama dengan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Universitas Saburai, Bandarlampung.
Ia berharap program serupa dapat terus diperluas sehingga semakin banyak tenaga kerja konstruksi di Lampung yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan daya saing untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah maupun tingkat nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Antonius turut didampingi Sujiyatmoko dan Paulus Asyono. (*).












