Kostiana Ajak Warga Pakai Masker dan Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau

PDI Perjuangan Bagikan Masker di Bandar Lampung — Kostiana: Mitigasi Bencana Tak Cukup Andalkan Pemerintah

Bandarlampung — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Lampung mendorong PDI Perjuangan bergerak membantu masyarakat. Wakil Ketua I DPRD Lampung sekaligus Bendahara DPD PDI Perjuangan Lampung, Kostiana, SE, MH, mengajak warga meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Pesan tersebut disampaikan Kostiana saat turun langsung membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan di depan Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Senin sore (7/9/2026).

Aksi kemanusiaan itu menjadi bentuk kepedulian partai terhadap masyarakat dalam mengantisipasi paparan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kostiana bersama jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, di antaranya Ketua Dedi Yuginta, Sekretaris Irwansyah Agung, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung Endang Asnawi, serta Ketua PAC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung Ajis Andika, membagikan masker kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas.

Antusiasme masyarakat terlihat saat menerima masker yang dibagikan kader PDI Perjuangan. Sejumlah pengendara bahkan meminta masker tambahan untuk digunakan anggota keluarga.

Kostiana mengatakan, masker merupakan perlengkapan sederhana namun penting untuk membantu mengurangi risiko paparan abu vulkanik, terutama bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan.

“Aksi kemanusiaan ini juga merupakan tindak lanjut atas instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, yang disampaikan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto pada Juli 2026 terkait peningkatan kesiapan menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.

Menurutnya, PDI Perjuangan ingin memastikan kehadiran partai di tengah masyarakat melalui semangat gotong royong, khususnya ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan kewaspadaan.

“Kita ingin memastikan PDI Perjuangan hadir dan bergotong royong bersama masyarakat. Masker memang sederhana tapi sangat penting untuk melindungi masyarakat dari paparan abu vulkanik,” ujar Kostiana.

Kostiana juga meminta masyarakat tidak menganggap remeh abu vulkanik. Warga yang beraktivitas di luar rumah, khususnya pengendara, diminta menggunakan masker dan pelindung mata ketika kondisi udara berdebu.

“Debunya cukup tebal di jalan. Kalau mau keluar rumah, sebaiknya pakai masker, terutama saat berkendara dan menggunakan pelindung mata apabila kondisi udara berdebu. Agar lebih nyaman dan tidak terlalu banyak menghirup debu,” terang Kostiana.

Selain perlindungan diri, masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi pemerintah dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Kostiana menegaskan, penanggulangan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko apabila kondisi memburuk.

“Upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan bencana sebelum bantuan datang. Karenanya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana serta tidak lengah terhadap potensi bencana,” tegasnya.

Ia berharap aksi pembagian masker tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kostiana juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, waspada, menggunakan perlindungan yang diperlukan saat beraktivitas di luar rumah, serta mengikuti arahan dan informasi resmi pemerintah. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *