Pusdem Revitalisasi Kepengurusan dan  Launching Kelas Pendidikan Demokrasi

Perkuat Masyarakat Sipil, Panca Fadilah: PUSDEM Harus Responsif dan Beri Kontribusi Nyata

Bandarlampung — Pusat Studi Demokrasi Merdeka (PUSDEM) memasuki babak baru dengan melakukan revitalisasi kepengurusan sekaligus meluncurkan Kelas Pendidikan Demokrasi. Langkah tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan efektivitas organisasi, sekaligus memperluas kontribusi PUSDEM dalam pendidikan demokrasi dan penguatan masyarakat sipil.

Revitalisasi kepengurusan PUSDEM masa jabatan 2026–2031 diarahkan untuk membangun organisasi yang lebih solid, adaptif dan profesional. Penyegaran struktur diharapkan mampu memperkuat kolaborasi internal sekaligus meningkatkan kemampuan organisasi dalam merespons berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat di tengah dinamika sosial politik yang semakin kompleks.

Ketua PUSDEM, Panca Fadilah, menegaskan revitalisasi bukan sekadar pergantian struktur, tetapi bagian dari upaya memperkuat fondasi kelembagaan agar organisasi semakin bermanfaat bagi masyarakat.

“Revitalisasi ini merupakan momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pengurus. Kami ingin PUSDEM hadir sebagai organisasi yang responsif, terbuka, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Panca Fadilah, Minggu (6/9/2026).

Bersamaan dengan revitalisasi kepengurusan, PUSDEM meluncurkan Kelas Pendidikan Demokrasi. Program ini dirancang menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai demokrasi, partisipasi publik, kehidupan sosial dan kebangsaan.

Kelas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi berkembang menjadi wadah peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami sekaligus terlibat aktif dalam kehidupan demokrasi.

PUSDEM juga menekankan pentingnya transparansi, kebersamaan serta pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas di antara pengurus. Dengan struktur yang lebih dinamis, organisasi diharapkan semakin optimal menjalankan program pendidikan demokrasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan masyarakat sipil dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam momentum tersebut, Panca Fadilah memperkenalkan jajaran pengurus PUSDEM masa jabatan 2026–2031.

Panca Fadilah, S.Kom. dipercaya sebagai Direktur Eksekutif. Posisi Sekretaris Eksekutif dijabat Eriyani Erman, S.H.

Selanjutnya, Poltak Simbolon sebagai Direktur Bidang Pendidikan dan Informasi; Dody Permandani Putra, S.A.B. sebagai Direktur Bidang Data dan Statistik; Yonatan Kristiyanto, S.H. sebagai Direktur Bidang Hukum dan HAM; serta MD. Faqih Nafsa Gagili sebagai Direktur Bidang Pemuda dan Olahraga.

Sementara M. Rafi Alwi dipercaya sebagai Direktur Bidang Media, Publikasi dan Dokumentasi; Rahmat Rizki, S.H. sebagai Direktur Bidang Kesekretariatan; dan Alumni GMNI Lampung sebagai Tim Analis.

Komposisi tersebut diharapkan mampu menghadirkan energi baru sekaligus memperkuat kapasitas PUSDEM dalam menjalankan agenda organisasi.

Ketua DPD PA GMNI Lampung, Fahmi Hasan Azhari, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang berkembang. Sebaliknya, setiap elemen masyarakat harus berani menghadirkan gagasan dan mengambil bagian dalam mencari solusi.

“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, kita dituntut untuk tidak hanya menjadi penonton. Kita harus hadir memberikan gagasan, menjadi bagian dari solusi,” tegas Fahmi.

Menurutnya, momentum revitalisasi PUSDEM harus dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat silaturahmi dan membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat silaturahmi, dan membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi persaudaraan dan kepentingan bangsa harus senantiasa kita tempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya.

Ke depan, PUSDEM diharapkan mampu menjadi wadah yang semakin kuat dalam menghimpun potensi masyarakat sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan.

Revitalisasi kepengurusan dan peluncuran Kelas Pendidikan Demokrasi menjadi titik awal bagi lahirnya energi baru di tubuh PUSDEM.

Dengan langkah tersebut, PUSDEM mempertegas posisi sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil yang ikut mendorong terciptanya masyarakat demokratis, berdaya dan berkeadilan.

Pendidikan demokrasi, penguatan partisipasi publik dan kolaborasi lintas elemen pun diarahkan menjadi bagian dari kontribusi PUSDEM dalam menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *