DPC Empat Daerah dan Fraksi Turun ke Masyarakat — Kesehatan Rakyat Jadi Prioritas
Bandarlampung — Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti menggerakkan jajaran kader partai untuk merespons dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Lampung.
Winarti menginstruksikan DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran dan Pringsewu, bersama jajaran fraksi di masing-masing wilayah, turun langsung membantu masyarakat dengan membagikan masker secara gratis.
Gerakan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus gotong royong PDI Perjuangan dalam membantu menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Instruksi kepada jajaran partai tersebut sekaligus menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan diminta tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat ketika kondisi membutuhkan respons cepat.
Winarti mengatakan pembagian masker merupakan langkah sederhana, tetapi penting untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan gerakan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang disampaikan melalui Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto pada Juli 2026 terkait peningkatan kesiapsiagaan menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Kita ingin memastikan PDI Perjuangan hadir dan bergotong royong bersama masyarakat. Kami bergerak cepat karena kesehatan rakyat adalah prioritas. Masker memang sederhana, tetapi sangat penting untuk melindungi masyarakat dari paparan abu vulkanik,” ujar Winarti.
Menurutnya, kondisi kebencanaan tidak dapat dihadapi hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat agar dampak terhadap warga dapat diminimalkan.
Empat daerah menjadi sasaran awal gerakan kader PDI Perjuangan, yakni Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran dan Pringsewu.
Selain struktur DPC, jajaran fraksi di masing-masing daerah juga diminta mengambil bagian dalam gerakan tersebut. Para kader didorong untuk membangun koordinasi dengan masyarakat sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
Bagi PDI Perjuangan Lampung, pembagian masker bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak aktivitas vulkanik Anak Krakatau.
Winarti menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat agar tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan. Informasi resmi pemerintah juga harus menjadi rujukan utama masyarakat dalam menghadapi perkembangan situasi.
Winarti mengajak pemerintah, masyarakat, partai politik, relawan dan berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama memperkuat perlindungan terhadap warga Lampung.
“Mari bersama-sama bergotong royong menjaga warga Provinsi Lampung. Gunakan masker dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tegasnya.
Gerakan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa menghadapi potensi bencana membutuhkan solidaritas dan kerja bersama.
PDI Perjuangan Lampung memastikan kader dan struktur partai bergerak di lapangan, dengan satu prioritas: masyarakat tetap sehat, aman dan terlindungi dari dampak abu vulkanik Anak Krakatau. (*).












