Sukses Kelola Klub Italia Jadi Sorotan, Wacana Mirwan Pulang ke Indonesia dan Pimpin PSSI Mengemuka
JAKARTA — Nama Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907, kembali menjadi sorotan publik Indonesia setelah klub Italia tersebut mencatat sejarah dengan memastikan tiket ke UEFA Champions League 2026/2027.
Como 1907 berhasil finis di posisi keempat Serie A musim 2025/2026, sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang beberapa tahun sebelumnya masih berjuang dari kasta bawah sepak bola Italia.
Di balik transformasi tersebut terdapat peran manajemen yang dipercaya Grup Djarum, pemilik Como 1907 melalui Sent Entertainment. Ketika diakuisisi pada 2019, Como masih berada di Serie D. Dalam beberapa tahun, klub itu berhasil menembus Serie A dan kini naik ke panggung sepak bola elite Eropa.
SOSOK INDONESIA DI BALIK KEBANGKITAN COMO
Mirwan Suwarso merupakan pengusaha dan eksekutif asal Indonesia yang lahir di Madiun, Jawa Timur, 29 Desember 1985. Ia dipercaya Grup Djarum menangani Como sejak 2019 dan kemudian menjabat sebagai presiden klub.
Pengalamannya tidak hanya berada di dunia sepak bola. Mirwan sebelumnya berkecimpung di industri media dan hiburan, termasuk sebagai eksekutif Mola. Latar belakang tersebut kemudian dipadukan dengan pendekatan manajemen modern dalam membangun Como 1907.
Transformasi Como juga mengedepankan data analytics, sistem perekrutan pemain dan roadmap jangka panjang, bukan semata-mata mengandalkan belanja pemain.
DORONG MIRWAN KEMBALI KE TANAH AIR
Kesuksesan tersebut memunculkan harapan di kalangan pencinta sepak bola Indonesia agar Mirwan suatu saat kembali ke Tanah Air dan ikut membenahi tata kelola sepak bola nasional.
Nama Mirwan bahkan mulai disebut-sebut sebagai sosok potensial untuk memimpin PSSI, terutama karena dianggap memiliki pengalaman mengelola klub profesional di Eropa, membangun organisasi olahraga serta menerapkan pendekatan manajemen berbasis data.
Namun, wacana tersebut masih sebatas aspirasi publik, bukan pernyataan resmi Mirwan mengenai kesediaannya menjadi Ketua Umum PSSI.
BUKAN SEKADAR SOAL UANG
Kisah Como menjadi menarik karena kebangkitannya menunjukkan bahwa pembangunan klub sepak bola tidak cukup mengandalkan modal besar. Dibutuhkan visi, organisasi, pengembangan talenta, analisis data dan konsistensi manajemen.
Keberhasilan Como menembus Liga Champions menjadi bukti bahwa klub yang pernah terpuruk di kasta bawah dapat dibangun menjadi kekuatan baru sepak bola Italia.
Bagi Indonesia, perjalanan Mirwan di Como sekaligus menghadirkan pertanyaan besar: mampukah pengalaman manajemen sepak bola Eropa tersebut suatu hari dibawa pulang untuk membenahi sepak bola nasional?
Apalagi, Mirwan masih relatif muda. Lahir pada 1985, ia kini berada pada usia sekitar 40 tahun dan memiliki pengalaman mengelola organisasi sepak bola di tengah persaingan industri olahraga Eropa.
Como sendiri telah memastikan pencapaian bersejarahnya. Kini tantangan berikutnya adalah tampil di Liga Champions. Bagi Mirwan Suwarso, panggung Eropa tersebut menjadi ujian baru atas model manajemen yang telah dibangun bersama Como 1907.
Dari Serie D menuju Liga Champions. Dari Madiun ke panggung elite sepak bola Eropa. Kini publik Indonesia mulai bertanya: kapan Mirwan Suwarso kembali membangun sepak bola Tanah Air? (*).












