CKP 2026 Dibekali Kompetensi, Integritas dan Ketajaman Manajerial
BANDAR LAMPUNG — Regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu kunci menjaga daya saing industri perkebunan di tengah transformasi bisnis. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional VII menggembleng 11 talenta muda melalui program Pembekalan Calon Karyawan Pimpinan (CKP) 2026.
Pembekalan yang berlangsung 4–9 September 2026 di Kantor PTPN IV Regional VII, Bandar Lampung, tersebut menjadi tahap awal sebelum para calon pimpinan diterjunkan ke berbagai unit kebun dan pabrik untuk menjalani on-the-job training (OJT).
Sebanyak 11 peserta terpilih merupakan hasil proses seleksi ketat dari berbagai bidang, mulai dari tanaman, teknik pengolahan hingga SDM umum. Mereka dipersiapkan bukan sekadar memiliki kemampuan teknis, tetapi juga ketajaman manajerial dan karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai inti BUMN AKHLAK.
Regional Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan saat membuka kegiatan menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi lanskap baru perusahaan pascaintegrasi.
Di hadapan para CKP, Denny memaparkan arah transformasi PTPN IV Regional VII yang semakin solid, adaptif, dan terintegrasi. Para calon pemimpin muda juga didorong untuk memiliki visi besar dalam mengembalikan kejayaan Regional VII sebagai salah satu kekuatan agribisnis nasional.
JANGAN TERLENA KINERJA
Sementara itu, Operation Head PTPN IV Regional VII Ihsan menekankan besarnya tanggung jawab yang kelak berada di pundak para calon pimpinan.
Ia menyampaikan apresiasi atas bergabungnya talenta-talenta terbaik yang telah melewati proses seleksi ketat. Menurutnya, PTPN IV merupakan entitas bisnis negara yang memiliki fundamental kuat dengan kinerja yang telah menunjukkan hasil signifikan.
Ihsan menyebut capaian laba bersih perusahaan yang mencapai Rp7 triliun pada tahun lalu harus menjadi motivasi bagi generasi penerus untuk bekerja lebih baik, bukan alasan untuk berpuas diri.
Para CKP, khususnya yang nantinya menjalankan fungsi sebagai asisten kebun, akan memikul amanah besar dalam menjaga aset fisik sekaligus memastikan tata kelola finansial perusahaan berjalan secara bertanggung jawab.
Pesannya sederhana namun tegas: jangan terlena oleh pencapaian, tetapi jadikan prestasi sebagai pemantik integritas dan tanggung jawab.
DISIPLIN JADI KUNCI
Business Support Head PTPN IV Regional VII Dhanny Hermawan menambahkan, keberhasilan menjadi bagian dari program CKP merupakan kesempatan yang harus dijawab dengan kerja keras dan kedisiplinan.
Para peserta telah menyisihkan ribuan kandidat dalam proses seleksi. Karena itu, status sebagai calon pimpinan tidak boleh berhenti pada kebanggaan, tetapi harus diwujudkan melalui kinerja nyata.
Dhanny menekankan pentingnya budaya kerja planter yang disiplin. Setiap hari harus dimulai dengan perencanaan yang matang, dilanjutkan eksekusi yang konsisten, monitoring di lapangan, dan evaluasi terhadap hasil pekerjaan.
Lebih jauh, para calon asisten kebun dituntut memiliki kemampuan analitis. Setiap persoalan tidak cukup hanya diselesaikan pada gejalanya, tetapi harus dicari hingga akar penyebabnya atau root cause.
DIBEKALI EMPAT KOMPETENSI
Selama enam hari pembekalan, peserta mendapatkan materi yang dirancang untuk membangun kemampuan kepemimpinan secara menyeluruh.
Materi mencakup Core Values & Corporate Culture, termasuk internalisasi AKHLAK dan etika kerja korporasi. Kemudian Technical & Field Operational Excellence, yang meliputi agronomi, operasional pabrik, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta manajemen mutu.
Peserta juga dibekali Business & Financial Literacy, meliputi tata kelola keuangan, manajemen risiko, Good Corporate Governance (GCG), serta aspek keberlanjutan dan ESG.
Sementara aspek kepemimpinan diperkuat melalui Leadership & Team Dynamics, termasuk pembentukan karakter, kedisiplinan, simulasi manajemen krisis, dan kemampuan pemecahan masalah.
Rangkaian pembekalan ditutup pada Rabu (9/9) setelah peserta menyelesaikan sesi kelas dan leadership camp. Selanjutnya, mereka akan diterjunkan ke unit-unit kebun dan pabrik PTPN IV Regional VII untuk menjalani OJT.
Program tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi planter yang mampu menjaga aset, meningkatkan produktivitas, mendorong inovasi, serta menghadapi tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks.
PTPN IV Regional VII optimistis 11 talenta muda tersebut dapat berkembang menjadi penggerak transformasi dan produktivitas perusahaan sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis perkebunan nasional.
Tumbuh Juara, Bangun Negeri. (*).












