Pajak Bertutur 2026 Sasar Mahasiswa dan Pelajar di Lampung
BANDAR LAMPUNG — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperkuat edukasi perpajakan di kalangan generasi muda melalui program Pajak Bertutur 2026. Mengusung tema “Pajak Kita: Energi Generasi Juara” dan tagline “Sehari Mengenal Selamanya Bangga”, kegiatan tersebut digelar serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Lampung.
Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Bengkulu dan Lampung melaksanakan Pajak Bertutur 2026 di dua lokasi, yakni Universitas Aisyah Pringsewu dan SMP Negeri 10 Bandar Lampung, Kamis (3/9/2026).
Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung, Sigit Danang Joyo, hadir langsung dalam kegiatan di Universitas Aisyah Pringsewu. Kegiatan yang berkolaborasi dengan KPP Pratama Natar dan KP2KP Pringsewu tersebut diikuti 90 mahasiswa.
Sementara itu, Pajak Bertutur di SMP Negeri 10 Bandar Lampung dihadiri Kepala KPP Madya Bandar Lampung, Cahyonandi, dan diikuti 66 pelajar.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar perpajakan, manfaat pajak bagi masyarakat, serta kaitan pajak dengan pembangunan dan berbagai layanan publik yang mereka rasakan sehari-hari.
Sigit menegaskan, kesadaran pajak harus dibangun sejak dini dan tidak perlu menunggu seseorang menjadi wajib pajak.
“Kesadaran pajak tidak harus menunggu seseorang menjadi wajib pajak. Melalui kegiatan seperti Pajak Bertutur, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa pajak merupakan kontribusi bersama yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Sigit.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab. Peserta juga mengikuti sesi “Direktur Jenderal Pajak Menyapa” secara daring yang terhubung langsung dengan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto.
Dalam sesi tersebut, generasi muda mendapat motivasi untuk memahami pentingnya pajak sekaligus mengambil peran dalam membangun kesadaran perpajakan di masa depan.
Peserta juga diajak memahami hubungan antara pajak dengan fasilitas publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga berbagai layanan pemerintah.
Pihak perguruan tinggi dan sekolah menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi DJP dengan dunia pendidikan dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian dan kesadaran terhadap kontribusinya bagi pembangunan bangsa.
Pajak Bertutur merupakan bagian dari Program Inklusi Kesadaran Pajak DJP yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan di Indonesia.
Melalui program ini, DJP menargetkan tumbuhnya kesadaran pajak sejak usia sekolah dan perguruan tinggi, sehingga generasi muda tidak hanya memahami pajak sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kontribusi bersama untuk keberlanjutan pembangunan Indonesia. (*).












