PEKANBARU — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III Tandun memperkuat kebersamaan dan harmoni dengan masyarakat sekitar melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026. Kegiatan ini diikuti ratusan warga Desa Kasikan dan Talang Danto bersama karyawan kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tandun.
Peringatan Isra Mi’raj yang diselenggarakan Majelis Taklim PTPN IV Regional III Kebun PKS Tandun tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan itu Business Support Head PTPN IV Regional III Achmedi Akbar, GM Distrik Barat Sugianto, jajaran manajer Distrik Barat, tokoh masyarakat Desa Talang Danto dan Kasikan, serta manajemen setempat.
Dalam sambutannya, Achmedi Akbar memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan harapan agar hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional Kebun Tandun terus terjaga dan semakin erat.
Achmedi menegaskan, PTPN IV Regional III sebagai bagian dari ekosistem Holding Perkebunan Nusantara (PalmCo) terus bertransformasi dan berkomitmen memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Dukungan bapak dan ibu sekalian sangat berarti bagi kami dalam mendukung Asta Cita Presiden untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional,” ujar Achmedi.
Ia juga mengingatkan seluruh karyawan untuk menyeimbangkan pekerjaan dan ibadah. Menurutnya, bekerja secara profesional, mematuhi aturan, serta menjunjung tinggi integritas dan validitas data merupakan bagian dari nilai ibadah dalam Islam.
“Mari kita syukuri apa yang kita miliki saat ini. Rezeki yang diperoleh dan kinerja terbaik yang dihasilkan, jadikan semuanya sebagai nilai ibadah,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz DR. Salahudin Al Ayubi dari Pekanbaru menyampaikan bahwa setiap insan beriman akan selalu dihadapkan pada tiga hal, yakni ridha terhadap ketetapan Allah SWT, sabar menghadapi ujian, dan senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan.
“Rezeki itu adalah ujian. Dimewahkan bukan berarti dimuliakan, dan disempitkan bukan berarti dihinakan,” tuturnya.
Ustadz Salahudin juga menekankan pentingnya menjaga shalat sebagai inti peristiwa Isra Mi’raj. Menurutnya, shalat memiliki peran besar dalam membentuk karakter jujur, disiplin, dan amanah, termasuk dalam lingkungan kerja.
“Jika shalatnya baik, maka pekerjaannya akan baik. Orang yang dekat dengan masjid akan jauh dari korupsi, jauh dari dusta, dan jauh dari menyakiti sesama,” katanya.
Di hadapan karyawan PTPN IV Regional III, ia menegaskan bahwa bekerja di sektor perkebunan merupakan bagian dari jihad ekonomi bagi umat dan bangsa. Setiap hasil kerja yang dilakukan dengan cara benar dan diniatkan untuk kebaikan keluarga, menurutnya, bernilai pahala.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan PTPN IV Regional III yang secara rutin menggelar kegiatan keagamaan bersama masyarakat. Hal tersebut dinilainya sebagai wujud harmoni antara dunia usaha dan penguatan nilai spiritual.
Menutup tausiyahnya, Ustadz Salahudin mengajak seluruh jemaah menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai titik hijrah untuk memperbaiki diri, keluarga, dan lingkungan kerja.
PTPN IV Regional III selama ini dikenal memiliki hubungan yang sangat baik dengan masyarakat desa sekitar. Selain aktif dalam kegiatan keagamaan umat Muslim, perusahaan juga mendukung aktivitas keagamaan lintas agama, termasuk kebaktian bersama di Gereja Tandun.
Melalui program TJSL yang berkelanjutan, PTPN IV Regional III terus berupaya menciptakan nilai bersama (shared value) bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi daerah. (*).












