Dukung Hilirisasi Desa, Produktivitas Petani Ditarget 18 Ton per Hektare
Bandarlampung – Komitmen memperkuat ekonomi desa dan mempercepat hilirisasi komoditas unggulan menjadi fokus sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PTPN IV Regional VII. Dalam audiensi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, PTPN IV menegaskan kesiapannya memperluas kemitraan sawit rakyat sekaligus mendukung program pembangunan desa melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Jumat (5/6), dihadiri Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha, Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramdhan, dan Operation Head Budi Susilo. Dari Pemprov Lampung hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi serta Kepala Dinas Perkebunan Desti Arisandi.
Dalam paparannya, Arya menegaskan bahwa PTPN IV tidak hanya mengejar target bisnis, tetapi juga menjalankan fungsi sebagai penggerak pembangunan daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis perkebunan.
“PTPN IV hadir bukan hanya untuk memenuhi target bisnis, tetapi juga sebagai agen pembangunan daerah. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting,” ujar Arya.
Saat ini PTPN IV menjalankan dua model kemitraan, yakni skema kemitraan dan skema kedinasan (offtaker). Dari target pengembangan 1.700 hektare, sebanyak 300 hektare dialokasikan untuk Lampung dengan 37 hektare di antaranya telah memasuki tahap proses. Sementara di Sumatera Selatan ditargetkan 1.400 hektare dengan sebagian besar telah memasuki tahap rekomendasi teknis dan proses administrasi.
Tak hanya itu, perusahaan perkebunan BUMN tersebut juga aktif mendampingi petani melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), mulai dari penyusunan berkas usulan hingga panen perdana. Melalui program TJSL, petani mendapat pendampingan intensif selama masa tanam dengan target produktivitas mencapai 18 ton per hektare pada fase Tanaman Menghasilkan (TM) 1.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif langkah PTPN IV tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan BUMN perkebunan sangat strategis dalam menjaga aset negara sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat di pedesaan.
Ia menekankan bahwa dukungan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk menyukseskan agenda pembangunan daerah, khususnya program hilirisasi desa dan pengembangan desa wisata yang saat ini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.
“Dua program hilirisasi desa dan desa wisata ini membutuhkan dukungan CSR dari perusahaan yang ada di Lampung, termasuk PTPN IV Regional VII,” kata Gubernur.
Menurut Rahmat Mirzani Djausal, hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat struktur ekonomi daerah. Selain sektor kelapa sawit, Pemprov Lampung juga memfokuskan hilirisasi pada tiga komoditas strategis lainnya, yakni padi, jagung, dan singkong yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Pemprov Lampung optimistis program DesaKu Maju dapat berjalan lebih cepat, sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi desa yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Dukungan PTPN IV dinilai menjadi langkah nyata dalam menghubungkan kepentingan korporasi dengan agenda pembangunan daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung. (*).












