PARTAI BURUH LAMPUNG DUKUNG POLISI TANGKAL HOAKS DAN RADIKALISME

Kolaborasi Masyarakat dan Aparat Dinilai Kunci Menjaga Persatuan serta Stabilitas Kamtibmas

BANDARLAMPUNG – Exco Partai Buruh Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh kepada Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya melalui upaya pencegahan penyebaran hoaks, paham radikalisme, dan intoleransi yang dinilai dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Lampung, Sulaiman Ibrahim, menegaskan bahwa menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air harus terus ditanamkan sebagai benteng menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kami mendukung penuh pihak kepolisian dalam menangkal hoaks, paham radikal, dan intoleran. Kami juga berharap kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan terus terjalin dengan baik demi menjaga keamanan dan kedamaian bersama,” ujar Sulaiman, Sabtu (30/5).

Ia menilai peran organisasi kemasyarakatan, organisasi pers, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparat penegak hukum sangat strategis dalam mencegah berkembangnya ajaran maupun informasi menyesatkan yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi berbagai pihak untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi.

“Pengaruh hoaks dan paham radikalisme sangat berbahaya. Karena itu, peran organisasi pers, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat kepolisian menjadi sangat penting dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh yang bertentangan dengan semangat kebangsaan,” katanya.

Sulaiman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kesatuan, serta kerukunan antarwarga tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

Ia berharap kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan aparat keamanan dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif, sekaligus melahirkan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan kuat dan mampu menjadi penjaga persatuan bangsa di masa depan.

“Dengan kolaborasi semua pihak yang mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga tangguh dalam menjaga persatuan serta kedamaian di tengah masyarakat,” pungkasnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *