LAMPUNG KEBUT VAKSIN PMK JELANG IDULADHA

338 Ribu Dosis Disiapkan, Edukasi Peternak Diperkuat Cegah Wabah

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan menggenjot vaksinasi dan edukasi peternak menjelang Iduladha 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesehatan ternak sekaligus menjaga stabilitas pasokan hewan kurban di daerah yang dikenal sebagai lumbung ternak nasional.

Upaya percepatan tersebut telah dikoordinasikan melalui Rapat Koordinasi Kesehatan Hewan yang melibatkan seluruh dinas peternakan dan kesehatan hewan dari 15 kabupaten/kota serta berbagai pemangku kepentingan.

Pemprov Lampung tahun ini mendapat alokasi sebanyak 338.000 dosis vaksin PMK yang akan diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama Januari–Maret sebanyak 169.000 dosis, dan tahap kedua Juni–Agustus dengan jumlah yang sama.

Hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 100.000 dosis telah didistribusikan, dengan realisasi vaksinasi mencapai 61.739 dosis atau 61 persen. Distribusi lanjutan ditargetkan kembali berjalan awal April.

Selain vaksin, pemerintah juga menyalurkan dukungan obat-obatan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, meliputi antibiotik, analgesik, multivitamin, obat cacing, hingga desinfektan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Penyakit Menular Cepat

PMK merupakan penyakit virus yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Penyakit ini sangat menular melalui udara, kontak langsung, hingga peralatan yang terkontaminasi, dengan potensi penularan mencapai hampir 100 persen populasi.

Untuk itu, selain vaksinasi, pengendalian dilakukan melalui pembatasan lalu lintas ternak, peningkatan biosekuriti, pengobatan suportif, serta edukasi peternak.

Edukasi Jadi Kunci

Pemprov juga mengintensifkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada peternak, termasuk di wilayah yang terindikasi kasus seperti Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur.

Langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran peternak dalam pencegahan dini dan penanganan cepat, sekaligus menekan risiko penyebaran wabah di sentra-sentra produksi ternak.

Lampung Timur Jadi Prioritas

Khusus Kabupaten Lampung Timur, dialokasikan 40.000 dosis vaksin pada 2026. Saat ini, 6.500 dosis telah didistribusikan, dengan tambahan 6.000 dosis dijadwalkan awal April.

Pemerintah memastikan vaksinasi dan pengobatan akan terus digencarkan, terutama di kawasan sentra ternak, guna memberikan rasa aman bagi peternak dan masyarakat menjelang musim kurban.

Dengan langkah terpadu ini, Pemprov Lampung optimistis mampu menekan penyebaran PMK sekaligus menjaga posisi daerah sebagai salah satu sentra produksi ternak nasional. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *