JALAN KALIREJO–PRINGSEWU DIGEBER! Rp23,9 MILIAR DIGELONTORKAN, TARGET OKTOBER MULAI DILINTASI

PRINGSEWU — Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat perbaikan ruas jalan Kalirejo–Pringsewu untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung meninjau progres pekerjaan di Desa Rejosari, Kabupaten Pringsewu, Jumat (14/8/2026).

Perbaikan jalan tersebut menjadi perhatian karena ruas sepanjang 16,3 kilometer itu merupakan jalur penghubung strategis antara Kabupaten Lampung Tengah dan Pringsewu, dengan volume lalu lintas sekitar 15.000 kendaraan setiap hari. Tingginya mobilitas, termasuk kendaraan berat pengangkut material, membuat kondisi jalan berpengaruh langsung terhadap keselamatan dan kelancaran perekonomian warga.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Mirza memastikan pekerjaan terus berjalan sesuai target. Penanganan saat ini difokuskan pada segmen sepanjang 2,7 kilometer dengan nilai pekerjaan sekitar Rp23,9 miliar.

Pembangunan menggunakan konstruksi perkerasan kaku atau *rigid pavement* dengan ketebalan beton sekitar 31 sentimeter. Pekerjaan juga mencakup rabat beton selebar satu meter di sisi jalan serta pembangunan *box culvert* dan gorong-gorong untuk mendukung sistem irigasi lahan pertanian masyarakat.

“Ini jalan yang cukup padat dan menghubungkan Lampung Tengah dengan Pringsewu. Hampir 15.000 kendaraan melintas setiap hari, dan banyak di antaranya kendaraan besar,” ujar Mirza.

## OKTOBER DITARGETKAN MULAI DIGUNAKAN

Gubernur menegaskan perbaikan infrastruktur harus diikuti pengaturan kendaraan berat agar jalan yang telah dibangun memiliki daya tahan lebih baik. Kendaraan dengan muatan besar, termasuk yang mengangkut pasir, kuarsa, dan batu granit dengan bobot sekitar 25–30 ton, perlu diarahkan menggunakan jalur yang sesuai, termasuk jalan tol.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban jalan provinsi dan menjaga kualitas infrastruktur dalam jangka panjang.

Berdasarkan hasil peninjauan, Mirza menyebut konstruksi yang sedang dikerjakan menunjukkan perkembangan. Pemerintah menargetkan segmen yang ditangani dapat selesai dan mulai digunakan masyarakat pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

“Hari ini kita cek progres jalan. Insyaallah, pertengahan Oktober sudah bisa digunakan,” katanya.

## WARGA BERHARAP KECELAKAAN BERKURANG

Perbaikan jalan disambut positif masyarakat setempat. Kepala Pekon Rejosari, Rasmin, mengatakan kondisi jalan sebelumnya, terutama di titik tanjakan, menyulitkan pengguna jalan dan pernah menyebabkan kecelakaan.

Ia mengapresiasi pembangunan yang tidak hanya memperbaiki badan jalan, tetapi juga mencakup gorong-gorong untuk mendukung kebutuhan pertanian warga.

Menurutnya, infrastruktur yang lebih baik akan memberikan manfaat bagi pengguna jalan sekaligus petani yang membutuhkan sistem aliran air untuk lahan mereka.

Sementara itu, Luci, warga setempat, mengungkapkan bahwa jalan berlubang, tanjakan, dan tikungan menjadi kendala bagi kendaraan yang melintas. Kondisi tersebut juga menghambat mobilitas anak sekolah, pekerja, pedagang, dan masyarakat yang mengangkut hasil pertanian.

Ia berharap perbaikan jalan dapat memperlancar perdagangan, termasuk distribusi sayuran warga menuju Terminal Pringsewu.

“Kalau jalannya sudah bagus, ekonomi dan perdagangan pasti lebih lancar. Banyak warga yang mondar-mandir berjualan, termasuk mengantar sayuran ke Terminal Pringsewu,” ujarnya.

## KONEKTIVITAS DAN EKONOMI DAERAH

Penanganan ruas Kalirejo–Pringsewu menjadi bagian dari upaya Pemprov Lampung memperkuat konektivitas antardaerah. Jalan yang lebih baik diharapkan mendukung keselamatan perjalanan, efisiensi distribusi barang, dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Dengan target penyelesaian pada Oktober 2026, warga kini menantikan hasil pembangunan yang dapat dirasakan langsung, mulai dari perjalanan yang lebih aman hingga terbukanya akses ekonomi yang semakin lancar.

Pemprov Lampung menegaskan pembangunan infrastruktur bukan sekadar memperbaiki kondisi fisik jalan, melainkan juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut. (*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *