PESAWARAN — Keluarga besar Pajero Indonesia ONE (PIONE) Chapter Krakatau tengah berduka. Salah satu keluarga besar komunitas, Om Herdi, suami dari Bu Anik, Kepala Desa Gebang, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, meninggal dunia pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan para anggota PIONE Chapter Krakatau. Sejumlah dulur PIONE turut hadir mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Ketua PIONE Indonesia ONE Chapter Krakatau, Junaedi, yang juga Ketua Sikambara serta CEO Rumah Makan Minang Indah Grup, menyampaikan bahwa kehadiran keluarga besar PIONE merupakan bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan terhadap keluarga almarhum.
“Kami dari keluarga besar PIONE Krakatau sangat kehilangan. Almarhum bukan hanya saudara bagi keluarga, tetapi juga bagian dari keluarga besar kami. Kami hadir untuk memberikan dukungan dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan,” ujar Junaedi, Senin (21/9/2026).
Menurut Junaedi, duka tersebut terutama dirasakan oleh Bu Anik bersama anak-anaknya, Farel dan Anggun. Ia berharap keluarga tetap kuat menghadapi masa kehilangan dan mampu melanjutkan kehidupan serta tanggung jawab keluarga.
“Untuk Bu Anik, Farel dan Anggun, kami berpesan agar tetap kuat. Memang sekarang tidak ada lagi sosok ayah di tengah keluarga, tetapi justru ini menjadi momentum untuk semakin mandiri, saling menguatkan, dan meneruskan perjuangan serta bisnis keluarga yang telah dibangun,” katanya.
Selain hadir dalam prosesi pemakaman, keluarga besar PIONE Krakatau juga datang pada malam hari ketiga untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan tanda cinta dan perhatian kepada keluarga almarhum.
Junaedi mengatakan, kebersamaan tersebut merupakan bagian dari nilai persaudaraan yang selama ini dijaga di lingkungan PIONE Krakatau.
“Sedikit tanda cinta ini mungkin tidak sebanding dengan kehilangan yang dirasakan keluarga, tetapi ini adalah bentuk ketulusan dan kepedulian dari om, tante dan seluruh dulur-dulur PIONE Krakatau. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkapnya.
Dalam rangkaian malam ketiga tersebut, kegiatan diisi dengan kultum yang disampaikan Om Susilo. Dalam tausiyahnya, jamaah diingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Maha Kuasa.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi keluarga dan seluruh anggota PIONE agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
“Semua akan kembali kepada Yang Maha Kuasa. Mari kita tingkatkan iman dan takwa, serta menjadikan kepergian almarhum sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus berbuat baik selama masih diberikan kesempatan hidup,” demikian pesan yang disampaikan dalam kultum.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk almarhum Om Herdi. Keluarga besar PIONE Krakatau mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, husnul khatimah, serta diampuni seluruh kesalahan dan kekhilafan selama bergaul dengan keluarga, sahabat dan masyarakat.
Junaedi kembali menegaskan bahwa keluarga besar PIONE Krakatau akan terus memberikan dukungan moral kepada keluarga almarhum.
“Kami doakan almarhum husnul khatimah, diampuni segala salah dan khilafnya, serta diterima seluruh amal ibadahnya. Untuk keluarga yang ditinggalkan, jangan merasa sendiri. Kami semua adalah saudara dan akan terus memberikan dukungan,” pungkas Junaedi. (*).












