BANDAR LAMPUNG — Ketua PMI Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan komitmen memperkuat gerakan kemanusiaan di Bumi Ruwa Jurai. Memasuki usia ke-81 tahun, PMI Lampung akan meningkatkan pelayanan darah, memperkuat relawan dan generasi muda, memperluas kesiapsiagaan bencana hingga tingkat masyarakat, serta mendorong transformasi digital pelayanan kemanusiaan.
Penegasan tersebut disampaikan Purnama Wulan Sari Mirza saat menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT ke-81 PMI di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (24/9/2026).
Upacara turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, perguruan tinggi, perbankan, BUMN dan BUMD, jajaran PMI kabupaten/kota, organisasi kemasyarakatan, media massa, serta para relawan.
Purnama mengatakan perjalanan 81 tahun PMI bukan sekadar catatan usia organisasi, melainkan perjalanan panjang pengabdian kemanusiaan di tengah masyarakat.
“81 tahun bukan sekadar angka. Ada kepedulian yang terus bertambah dan ada langkah yang terus bergerak. Selama 81 tahun, PMI hadir ketika kemanusiaan membutuhkan, mulai dari penanganan bencana, pelayanan donor darah, hingga respons terhadap berbagai krisis kemanusiaan dan kesehatan,” ujarnya.
“PEDULI, BERGERAK, BERSAMA”
Menurut Purnama, HUT ke-81 PMI harus menjadi momentum refleksi dan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen agar pelayanan kemanusiaan semakin nyata dirasakan masyarakat.
Hal itu sejalan dengan tema HUT ke-81 PMI Tahun 2026, “Peduli, Bergerak, Bersama.”
Purnama menjelaskan, kepedulian tidak boleh berhenti pada rasa simpati. Kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Peduli berarti memiliki kepekaan terhadap sesama dan tidak membiarkan saudara kita menghadapi kesulitan seorang diri,” jelasnya.
Sementara bergerak, lanjut dia, berarti mengubah kepedulian menjadi pertolongan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan. Adapun bersama berarti membangun kekuatan kemanusiaan melalui kolaborasi.
Karena persoalan kemanusiaan tidak dapat ditangani satu pihak, PMI Lampung terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, perguruan tinggi, sekolah, media massa, perbankan, dan masyarakat.
PERKUAT RELAWAN DAN GENERASI MUDA
Purnama menempatkan relawan sebagai kekuatan utama PMI. Karena itu, pembinaan relawan dan generasi muda menjadi salah satu fokus PMI Provinsi Lampung.
Pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah, Korps Sukarela (KSR) di perguruan tinggi, serta peningkatan kapasitas relawan di tengah masyarakat akan terus diperkuat.
“Generasi muda Lampung harus kita bekali dengan nilai-nilai kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana, dan jiwa kepemimpinan. Mereka adalah bagian penting dari keberlanjutan gerakan kemanusiaan di masa depan,” katanya.
Langkah tersebut diharapkan membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian sosial sekaligus kemampuan menghadapi berbagai kondisi darurat dan bencana.
PELAYANAN DARAH TERUS DITINGKATKAN
Di sektor pelayanan kesehatan, PMI Lampung akan terus meningkatkan kualitas pelayanan darah melalui Unit Donor Darah (UDD) di berbagai wilayah.
Peningkatan standar pelayanan, profesionalisme, kenyamanan pendonor, serta ketersediaan darah yang aman dan berkualitas menjadi perhatian penting untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Purnama juga memberikan apresiasi kepada para pendonor darah sukarela yang secara rutin menyumbangkan darah.
“Para pendonor darah adalah pahlawan kemanusiaan karena melalui setetes darah yang disumbangkan, mereka turut membantu menyelamatkan kehidupan orang lain,” ungkapnya.
SIAGA BENCANA HINGGA DESA
Purnama menilai karakter geografis dan dinamika sosial Lampung membutuhkan kesiapsiagaan bencana yang kuat dan berkelanjutan.
Kesiapsiagaan, menurutnya, tidak boleh hanya dibangun pada tingkat provinsi, tetapi harus diperkuat hingga desa dan kelurahan, sekolah, kampus, perkantoran, serta lingkungan masyarakat.
“Dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak dari tingkat masyarakat, kita berharap dampak bencana dapat diminimalkan sedini dan secepat mungkin,” ujarnya.
PMI Lampung juga akan memperkuat koordinasi penanganan bencana bersama pemerintah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, dunia pendidikan, media massa, dan masyarakat.
SIAPKAN “SAI DONOR”
Menghadapi era transformasi digital, PMI Provinsi Lampung juga menyiapkan inovasi pelayanan melalui aplikasi “SAI DONOR.”
Aplikasi tersebut dirancang menyediakan berbagai informasi dan layanan terkait donor darah, antara lain edukasi, berita dan agenda PMI, informasi ketersediaan stok darah, profil pendonor, hingga kartu donor digital.
“PMI Provinsi Lampung harus adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi demi memberikan kemudahan akses informasi, memperkuat pelayanan, dan meningkatkan akuntabilitas dalam kerja-kerja kemanusiaan,” kata Purnama.
PEGANG TUJUH PRINSIP
Pada momentum HUT ke-81, Purnama mengajak seluruh jajaran PMI, pegawai, relawan, PMR, dan KSR menjaga integritas organisasi dengan berpegang pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Ketujuh prinsip tersebut adalah kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.
“Jangan pernah lelah untuk peduli. Jangan pernah berhenti bergerak. Dan jangan pernah berjalan sendiri. Mari kita terus peduli, bergerak, dan bersama dalam kemanusiaan,” ajaknya.
Purnama juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus, pegawai, dan relawan PMI se-Provinsi Lampung yang menjalankan tugas kemanusiaan tanpa mengenal waktu dan tempat.
APRESIASI PENDUKUNG DONOR DARAH
Rangkaian HUT ke-81 PMI Lampung ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Purnama Wulan Sari Mirza bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sekretaris Daerah, dan jajaran Forkopimda.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan Sponsorship Company Blood Donor Award kepada instansi pemerintah maupun swasta yang mendukung kegiatan donor darah. Penghargaan diberikan dalam kategori Platinum, Gold, dan Silver.
Selain itu, digelar lomba peragaan tandu darurat untuk meningkatkan keterampilan, kesiapsiagaan, dan kemampuan relawan dalam memberikan pertolongan pada kondisi darurat.
Penghargaan juga diberikan kepada Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) RS Urip Soemoharjo dan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek atas kontribusinya dalam mendukung pelayanan darah di Provinsi Lampung.
Memasuki usia 81 tahun, PMI Lampung menempatkan penguatan relawan, pelayanan darah, kesiapsiagaan bencana, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya memastikan gerakan kemanusiaan hadir semakin cepat dan dekat ketika masyarakat membutuhkan.
“Peduli, Bergerak, Bersama” pun ditegaskan bukan hanya sebagai tema peringatan, tetapi sebagai semangat untuk menjaga keberlanjutan pengabdian kemanusiaan PMI di Lampung.












