INVESTASI KOPI LAMPUNG TEMBUS US$150 JUTA, MIRZA DORONG PETANI NAIK KELAS

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat langkah menjadikan kopi sebagai penggerak ekonomi daerah melalui keberlanjutan investasi, peningkatan kapasitas petani, dan pengembangan industri hilir. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong kolaborasi dengan perusahaan perdagangan komoditas global, PT Louis Dreyfus Company (LDC), agar potensi kopi Lampung memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani dan masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur Mirza bersama perwakilan LDC di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Senin (10/8/2026). Pertemuan membahas pengembangan investasi, pemberdayaan petani, penerapan pertanian berkelanjutan, hingga tantangan pemenuhan regulasi pasar ekspor internasional.

LDC menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan investasi di Lampung sekaligus memperkuat pengembangan industri hilir. Perusahaan tersebut telah beroperasi di Lampung sekitar 12 tahun, dengan nilai investasi mencapai US$150 juta dan menyerap sekitar 500 tenaga kerja.

Rencana reinvestasi dan pengembangan sektor hilir diharapkan memperkuat rantai nilai industri kopi, sehingga potensi komoditas unggulan Lampung tidak hanya bertumpu pada perdagangan bahan mentah, tetapi juga membuka peluang pengolahan dan penciptaan nilai tambah di daerah.

Pemprov Lampung menilai keberlanjutan investasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani, penguatan sumber daya manusia, dan pengelolaan perkebunan yang bertanggung jawab.

### 9.000 PETANI JADI SASARAN PEMBERDAYAAN

Di sektor hulu, LDC melalui LDC Foundation telah memberikan pelatihan kepada sekitar 8.000 hingga 9.000 petani kopi di Lampung. Program tersebut mencakup praktik pertanian regeneratif, peningkatan produktivitas, pemangkasan tanaman, serta penggunaan pupuk dan pestisida secara tepat.

Pendampingan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petani menjaga produktivitas kebun sekaligus mempertahankan kualitas biji kopi. Praktik pertanian berkelanjutan juga menjadi penting dalam menghadapi tantangan perubahan kondisi lingkungan dan tuntutan pasar global.

Program pemberdayaan turut menyasar perempuan melalui diversifikasi sumber pendapatan dan literasi keuangan. LDC juga membuka peluang kerja sama dengan Pemprov Lampung untuk memperluas materi pelatihan dan menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kapasitas petani dari hulu hingga hilir, termasuk dalam pengelolaan usaha tani, peningkatan mutu hasil panen, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar.

### REGULASI GLOBAL JADI TANTANGAN EKSPOR

Selain investasi dan pemberdayaan, pertemuan Gubernur Mirza dengan LDC membahas pemenuhan ketentuan pasar global, khususnya *European Union Deforestation Regulation* (EUDR), yang berkaitan dengan persyaratan produk yang dipasarkan ke Uni Eropa.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan data dan peta kawasan hutan yang akurat untuk mendukung penelusuran asal-usul kopi. Menurut pembahasan dalam pertemuan tersebut, sebagian data yang digunakan telah berusia puluhan tahun sehingga pembaruan informasi dinilai penting.

Persoalan muncul ketika kondisi penggunaan lahan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan pencatatan kawasan yang tersedia. Karena itu, diperlukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memperbarui informasi dan memperjelas status lahan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

LDC menyatakan kesiapan mendukung proses pembaruan informasi tersebut bersama pihak terkait. Upaya ini diharapkan membantu pelaku industri kopi memenuhi persyaratan ekspor sekaligus mempertahankan akses ke pasar internasional.

Pemenuhan regulasi tersebut perlu dilakukan secara cermat dengan memperhatikan ketentuan hukum, keakuratan data, dan prinsip keberlanjutan. Kepastian informasi asal produk menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan pembeli terhadap kopi Lampung.

### LAMPUNG PUNYA POSISI STRATEGIS DI PASAR KOPI

Lampung memiliki peran penting dalam rantai perdagangan kopi nasional. Dalam paparan pertemuan tersebut disebutkan sekitar 60 persen produksi kopi nasional mengalir melalui Lampung, dengan volume sekitar 200.000 hingga 300.000 ton.

Kopi Lampung dikenal memiliki karakter cita rasa kuat, aroma khas, dan ukuran biji yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar. Potensi tersebut menjadi modal untuk memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu pusat perdagangan dan pengembangan industri kopi Indonesia.

Di sisi lain, pertumbuhan konsumsi kopi domestik turut membuka peluang bagi petani, pengolah, pedagang, dan pelaku usaha pemanggangan kopi atau *roaster* lokal. Meningkatnya minat masyarakat, terutama generasi muda, terhadap kopi mendorong kebutuhan pasokan sekaligus membuka ruang pengembangan produk bernilai tambah.

Peluang ini perlu diikuti peningkatan kualitas produksi, penguatan rantai pasok, dan pengembangan industri pengolahan agar manfaat ekonomi dapat dinikmati lebih luas oleh pelaku usaha di daerah.

### INVESTASI HARUS BERDAMPAK BAGI PETANI

Melalui pertemuan tersebut, Pemprov Lampung menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan investasi LDC dan pengembangan ekosistem industri kopi yang terintegrasi. Pemerintah daerah juga membuka ruang koordinasi bagi perusahaan apabila menghadapi kendala dalam pengembangan usaha di Lampung.

Namun, penguatan industri kopi tidak hanya diukur dari besarnya investasi dan volume perdagangan. Peningkatan produktivitas kebun, kualitas hasil panen, kemampuan petani memenuhi standar pasar, serta terbukanya kesempatan kerja dan usaha menjadi bagian penting dari manfaat yang diharapkan.

Sinergi pemerintah, perusahaan, dan petani diharapkan mampu membangun industri kopi Lampung yang kompetitif, berkelanjutan, serta lebih tangguh menghadapi perubahan pasar global.

Dengan investasi yang berlanjut, pendampingan petani yang konsisten, dan kepastian data untuk memenuhi ketentuan ekspor, kopi Lampung berpeluang memperkuat posisinya di pasar internasional sekaligus menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah. (*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *