Gubernur Pacu Jalan Perbatasan

Groundbreaking Brabasan–Wiralaga, Konektivitas Lampung–Sumsel Diperkuat

MESUJI — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memulai pembangunan ruas jalan Brabasan–Wiralaga di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Mesuji, Rabu (6/5/2026). Proyek senilai Rp100 miliar itu diproyeksikan menjadi pengungkit konektivitas Lampung–Sumatera Selatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan secara lebih merata.

Groundbreaking dilakukan sebagai penanda dimulainya pembangunan jalan strategis sepanjang 8,825 kilometer dari total ruas Brabasan–Wiralaga yang mencapai 29,443 kilometer. Jalan tersebut merupakan akses utama penghubung Kabupaten Mesuji dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

“Ini jalan paling ujung di Provinsi Lampung. Begitu orang masuk Lampung, kesannya harus langsung terasa, jalannya sudah bagus,” ujar Mirza.

Menurutnya, kawasan perbatasan harus menjadi etalase pembangunan Provinsi Lampung. Karena itu, ia meminta kontraktor mengutamakan kualitas konstruksi agar jalan mampu bertahan hingga 15 tahun meski dilintasi kendaraan bertonase besar pengangkut sawit, karet, dan singkong.

“Minimal satu kali pembangunan harus bertahan 15 tahun. Mobil apa pun yang lewat harus kuat, karena di sini kendaraan besar semua,” tegasnya.

Mirza juga menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Meski Mesuji berada jauh dari Bandar Lampung, daerah tersebut tetap harus menjadi prioritas pembangunan pemerintah provinsi.

“Kita ingin pembangunan di Provinsi Lampung merata. Mesuji memang jauh, tapi tidak boleh jauh dari pembangunan,” katanya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung M. Taufiqullah menjelaskan proyek menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton dengan lebar jalan ditingkatkan dari sekitar lima meter menjadi 8,4 meter.

“Dari total panjang 29 kilometer, kerusakan yang ditangani sekitar 8,6 kilometer. Tahun ini kita kerjakan 8,8 kilometer, jadi lebih dari kebutuhan kerusakan yang ada,” ujarnya.

Pembangunan ditargetkan selesai dalam 240 hari kalender dan diupayakan rampung lebih cepat pada September 2026. Dengan perbaikan tersebut, tingkat kemantapan jalan di ruas Brabasan–Wiralaga ditargetkan mencapai 100 persen pada akhir tahun.

Sementara itu, Bupati Mesuji Elfianah menyebut proyek tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat Mesuji yang selama ini mendambakan akses jalan yang lebih layak.

“Pembangunan jalan ini membawa masa depan dan harapan bagi masyarakat kami. Ini bukan hanya soal akses, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, hingga UMKM,” ujarnya.

Ruas Brabasan–Wiralaga merupakan jalur vital distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di kawasan perkebunan Mesuji serta menjadi akses utama penghubung Lampung dengan Sumatera Selatan. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *