ALIMUDDIN: PANCASILA JANGAN SEKADAR DIHAFAL, AMALKAN DALAM KEHIDUPAN

PIP-WK di Telukbetung Timur Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan, Toleransi dan Gotong Royong

BANDARLAMPUNG — Anggota DPRD Kota Bandarlampung dari Fraksi PAN, H. Alimuddin, S.Pd., mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai hafalan maupun simbol, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Alimuddin saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) Tahap I September 2026 di Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandarlampung, Jumat (25/9/2026).

Di hadapan peserta, Alimuddin menegaskan pengamalan Pancasila menjadi semakin penting di tengah derasnya arus globalisasi dan berbagai tantangan kebangsaan, khususnya yang dihadapi generasi muda.

“Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya sekadar teori. Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Menurut Alimuddin, penerapan nilai Pancasila dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, seperti keluarga dan masyarakat. Sikap saling menghormati, gotong royong, menjaga toleransi, serta menghargai perbedaan merupakan bentuk sederhana pengamalan Pancasila.

“Sebagai warga negara yang baik, kita tidak hanya cukup memahami Pancasila secara teori. Lebih dari itu, kita harus mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, seperti saling menghormati, gotong royong, dan menjaga toleransi,” ujarnya.

Mengangkat tema “Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Bukan Teori, Buktikan dengan Aksi Nyata”, kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni mantan Anggota DPRD Kota Bandarlampung Marfen Effendi, S.Ag. dan Ahmad Nurkholis, S.Pd.

Keduanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Cerdas Hadapi Tantangan Digital

Ahmad Nurkholis menyoroti tantangan ideologi yang semakin kompleks di era digital. Arus informasi yang begitu cepat, menurutnya, menuntut masyarakat memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai dan jati diri bangsa.

Masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya.

Sementara itu, Marfen Effendi menekankan pentingnya sikap saling pengertian dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, kehidupan masyarakat yang harmonis dapat dibangun melalui penghormatan terhadap perbedaan dan kepedulian antarsesama.

Ia mendorong masyarakat menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari perilaku sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang aman, harmonis dan penuh toleransi.

Melalui sosialisasi PIP-WK tersebut, Alimuddin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Pancasila semakin kuat. Pancasila, katanya, bukan sekadar dasar negara yang dipelajari, tetapi merupakan fondasi kehidupan berbangsa yang harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata.

“Kalau nilai-nilai Pancasila terus hidup di tengah masyarakat, persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia akan tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *