Sarasehan PAN Lampung: Dorong Politik Amanah, Inklusif, dan Berbasis Ideologi

Bandar Lampung — Sarasehan yang digelar DPW Partai Amanat Nasional Lampung berlangsung hangat dan dinamis dengan menghadirkan beragam narasumber dari kalangan akademisi, tokoh agama, budayawan, mahasiswa, hingga pelaku UMKM, Rabu (3/6/2026). Forum ini menyoroti arah politik, penguatan kaderisasi, hingga peran partai dalam menjawab tantangan sosial-ekonomi masyarakat.

Narasumber Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Prof. Sudarman, menegaskan pentingnya kesadaran spiritual dalam memaknai kekuasaan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang diberi kesempatan memimpin, dan semua merupakan kehendak Allah SWT.

“Pemimpin harus menjaga amanah. Jangan sampai kekuasaan berakhir dengan keburukan, tetapi harus bermuara pada kemuliaan,” tegasnya. Ia juga mengajak kader PAN menggunakan amanah dengan sebaik-baiknya agar terhindar dari perbuatan mungkar.

Dari kalangan akademisi, Guru Besar Universitas Lampung, Prof. Arizka Warganegara, S.IP., M.A., Ph.D, menyoroti pentingnya penguatan identitas politik PAN. Ia menilai PAN semakin inklusif, namun perlu mempertegas ideologi dan jati diri partai di tengah dinamika politik nasional.

“Autokritik PAN hari ini masih kuat pada citra partai artis nasional. Ke depan, PAN harus lebih kokoh sebagai partai politik berideologi dan beridentitas jelas,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PAN Lampung, Iswan H. Cahya, menegaskan posisi PAN sebagai partai tengah yang mendukung pemerintah. Dari unsur mahasiswa, perwakilan BEM menilai PAN sebagai partai yang partisipatif dan terbuka terhadap aspirasi publik.

Budayawan dan sastrawan Lampung, Isbedy Stiawan ZS, menilai PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan mengalami kemajuan signifikan. Ia menekankan pentingnya politik yang santun dan beretika.

“PAN harus memainkan seni bertutur, seni berpolitik, dan seni berdiplomasi. Itu sejalan dengan nilai keislaman dan sejarah kemuhammadiyahan PAN,” ujarnya.

Dari sektor pemberdayaan perempuan, Ketua Lamban PUAN Lampung, Selly Fitriani, menekankan pentingnya keterwakilan perempuan minimal 30 persen sesuai amanat undang-undang. Ia mengapresiasi komitmen PAN dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam politik dan kaderisasi berkelanjutan.

Di bidang ekonomi, penggerak UMKM Anggi Rahmat menyoroti pentingnya edukasi pasar dan pendampingan usaha dari hulu hingga hilir, termasuk akses permodalan yang berkelanjutan. Sementara Mutia Jaya Singa dari IWAPI Bandar Lampung mendorong kolaborasi pemanfaatan ruang usaha dan pusat kuliner untuk penguatan ekonomi kreatif bersama PAN.

Perwakilan BEM Unila, Adinda Putra Bayu, menilai PAN sebagai partai yang terbuka terhadap generasi muda, namun tetap diharapkan menjaga ideologi serta membuka ruang kritik mahasiswa sebagai kontrol kebijakan publik.

Ketua DPD IMM Lampung, Jefry Ramdani, menyoroti isu pertanian dan edukasi politik bagi anak muda. Ia menegaskan pentingnya partai politik menjadi jembatan aspirasi petani dan generasi muda dalam mendukung visi pembangunan nasional.

Sementara Ketua HMI Kalianda, Sandi Afrizal, menilai PAN telah menjadi partai yang relevan dengan anak muda. Ia menyinggung perlunya PAN tetap waspada terhadap arus digitalisasi politik agar tidak terjebak pada politik viral semata.

Sarasehan ini menegaskan bahwa PAN Lampung berupaya memperkuat posisi sebagai partai terbuka, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman, dengan tetap menjaga nilai moral, ideologi, dan kedekatan dengan masyarakat. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *