LAMPUNG – PTPN IV Regional VII terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama peningkatan produktivitas dan daya saing perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen yang diikuti 25 mandor dari berbagai unit kerja di lingkungan perusahaan.
Program strategis yang digelar pada Mei 2026 itu menjadi bagian dari upaya perusahaan mencetak mandor panen yang kompeten, profesional, dan memiliki standar kerja yang diakui secara nasional sesuai kebutuhan industri perkebunan modern.
Sebagai ujung tombak operasional di lapangan, mandor panen memegang peran vital dalam mengawal berbagai aktivitas kebun, mulai dari pengelolaan tenaga kerja, pelaksanaan panen, pemeliharaan tanaman hingga pengawasan kualitas pekerjaan. Karena itu, peningkatan kompetensi mereka dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan perusahaan dalam mencapai target produksi.
Kegiatan pelatihan menghadirkan tim asesor dan tenaga ahli dari Kementerian Pertanian serta Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP), di antaranya Rendy Dwi Hartanto, Habib Prayitno, Tiara Syafa Maulidza, Roni Mulyawan, Ahmad, dan Royan Albab. Selain mendapatkan pembekalan materi teknis, peserta juga menjalani asesmen kompetensi untuk memperoleh sertifikasi profesi yang diakui secara resmi.
Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan bahwa investasi terbesar perusahaan bukan hanya pada teknologi atau fasilitas, tetapi pada kualitas manusianya.
> “Mandor panen merupakan garda terdepan yang mengawal pelaksanaan operasional di lapangan. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi sangat penting agar setiap mandor memiliki kemampuan, pengetahuan, dan standar kerja yang semakin baik,” ujar Denny.
Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki seorang mandor dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Denny berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan program tersebut sebagai sarana meningkatkan kapasitas diri sehingga berdampak langsung terhadap kualitas pengelolaan kebun dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
“Ketika kualitas SDM meningkat, kualitas pengelolaan kebun juga akan meningkat. Pada akhirnya hal itu akan berdampak positif terhadap produktivitas dan pencapaian target perusahaan,” tegasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai standar kompetensi mandor panen, pengelolaan tenaga kerja, pengawasan operasional, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), administrasi lapangan hingga kepemimpinan. Materi dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis sekaligus manajerial para peserta.
Melalui program ini, PTPN IV Regional VII menegaskan keseriusannya mendukung transformasi industri perkebunan nasional melalui penguatan SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Perusahaan optimistis, dengan semakin banyaknya mandor panen yang tersertifikasi, produktivitas kebun akan terus meningkat seiring terbangunnya budaya kerja profesional di seluruh lini organisasi.
Pelatihan dan sertifikasi tersebut sekaligus menjadi implementasi nilai-nilai AKHLAK dalam menciptakan insan perkebunan yang kompeten, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan industri perkebunan yang semakin dinamis di masa depan. (*).












