Sekolah Kopi Disiapkan Cetak Petani dan Pelaku UMKM Berdaya Saing Nasional
Bandar Lampung — Komitmen mendorong pengembangan komoditas kopi robusta Lampung Barat terus diperkuat. PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Bandar Lampung menjalin koordinasi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat guna membangun kolaborasi pengembangan sektor kopi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Pertemuan yang digelar di Bandar Lampung pada 25 Mei 2026 itu membahas sejumlah peluang sinergi strategis, mulai dari penguatan pelatihan petani kopi, peningkatan kualitas produksi dan pemasaran, pengembangan UMKM kopi, hingga dukungan hilirisasi komoditas kopi melalui Program Sekolah Kopi Lampung Barat.
Program Sekolah Kopi sendiri selama ini menjadi wadah edukasi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor perkopian, mulai dari budidaya tanaman, penanganan pasca panen, pengolahan biji kopi, hingga pelatihan barista dan kewirausahaan kopi.
Manager PLN NP UP Bandar Lampung, Ali Anwar, menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“PLN NP UP Bandar Lampung akan mendukung pengembangan potensi lokal, khususnya komoditas kopi di Lampung Barat. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait, kami berharap program ini mampu meningkatkan kapasitas petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Ali Anwar.
Kabupaten Lampung Barat selama ini dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung. Potensi tersebut terus didorong melalui berbagai program pemerintah dan kemitraan strategis agar kopi Lampung mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Melalui penguatan Program Sekolah Kopi, diharapkan lahir generasi petani dan pelaku usaha kopi yang lebih modern, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi. Selain meningkatkan kualitas produk, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM kopi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerah sentra perkebunan kopi. (*)












