BANDAR LAMPUNG – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan berkedok pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencatut nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. BRI Region 5 Bandar Lampung menegaskan bahwa pengajuan KUR tidak pernah ditawarkan melalui tautan online tidak resmi maupun akun media sosial pribadi.
Regional CEO BRI Region 5 Bandar Lampung, Andreas Chandra Santoso, mengatakan berbagai penawaran KUR melalui pesan singkat, link digital, hingga media sosial saat ini merupakan modus penipuan yang memanfaatkan nama besar BRI untuk mengelabui masyarakat.
“BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR secara online melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, maupun pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan BRI. Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan diproses langsung oleh petugas BRI resmi,” tegas Andreas.
Ia menjelaskan, layanan pengajuan KUR hanya dapat dilakukan melalui jaringan resmi BRI seperti Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, Agen BRILink, maupun tenaga pemasar resmi BRI yang tersebar di berbagai wilayah.
BRI juga memastikan seluruh proses pengajuan KUR tidak dipungut biaya di awal. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada tawaran pencairan cepat dengan syarat yang tidak wajar.
Selain modus penawaran pinjaman, BRI mengingatkan masyarakat agar tidak pernah memberikan data pribadi dan data perbankan yang bersifat rahasia kepada pihak mana pun. Data seperti PIN, password, kode OTP, maupun informasi pribadi lainnya rawan disalahgunakan pelaku kejahatan digital.
“Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI,” ujar Andreas.
Untuk menghindari penipuan, masyarakat diimbau hanya mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan, seperti website resmi BRI, media sosial resmi BRI, maupun layanan Contact BRI 1500017.
Menurut Andreas, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap berbagai modus kejahatan yang mencatut nama perusahaan.
“Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan keamanan layanan perbankan, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menindaklanjuti berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” pungkasnya. (*).












