Bandar Lampung — Nusadaya Academy menegaskan komitmennya mendukung program Kelas Migran Vokasi (KMV) yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung melalui langkah konkret: penyelenggaraan program magang internasional ke Taiwan. Inisiatif ini menjadi bukti nyata sinergi dunia pendidikan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Founder sekaligus Ketua Pembina Yayasan Nusadaya Academy, Radep Riyantoro, menilai program KMV memiliki dampak luas bagi pembangunan daerah. “Ada program KMV, multiplayer effect-nya sangat bagus,” ujarnya, menegaskan dukungan penuh terhadap arah kebijakan Gubernur Lampung.
Program magang ke Taiwan yang dijalankan Nusadaya Academy tidak hanya berorientasi pada pengalaman kerja, tetapi juga dirancang sebagai pembelajaran komprehensif. Mahasiswa dibekali keterampilan teknis, profesionalisme, kedisiplinan, hingga kemampuan adaptasi di lingkungan kerja global—nilai tambah penting untuk meningkatkan daya saing lulusan vokasi.
Langkah ini sekaligus mempertegas peran Nusadaya Academy sebagai akselerator penghubung antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri internasional. Model pembelajaran yang diterapkan tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan terintegrasi dengan peluang kerja nyata yang berkelanjutan.
Ke depan, Nusadaya Academy berkomitmen memperluas kemitraan global dan membuka lebih banyak akses kerja luar negeri bagi mahasiswa. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi aktif dalam menyukseskan program KMV sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Lampung yang siap bersaing di tingkat internasional.
Dengan dukungan pemerintah dan jejaring global yang terus diperkuat, Nusadaya Academy memposisikan diri sebagai penggerak perubahan (game changer) dalam pendidikan vokasi—membuka jalan, menciptakan peluang, dan mengantarkan generasi Lampung untuk tampil dan unggul di panggung dunia. (*).












