Warga Way Sulan Desak Puskesmas Naik Status Jadi Rawat Inap

FAAN Dorong Bupati Egi Prioritaskan Layanan Kesehatan, Jarak RS Dinilai Terlalu Jauh

LAMPUNG SELATAN — Warga Kecamatan Way Sulan melalui Forum Aliansi Aktivis Nusantara (FAAN) menyuarakan aspirasi peningkatan fasilitas kesehatan dengan mendorong Puskesmas setempat naik status menjadi layanan rawat inap.

Aspirasi tersebut muncul di tengah komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat program pro-rakyat, termasuk sektor kesehatan yang kini menjadi prioritas pembangunan daerah.

Ketua Umum FAAN, Dimas Rongo, menegaskan bahwa kebutuhan layanan kesehatan yang lebih lengkap di Way Sulan sudah sangat mendesak.

“Saat ini UPTD Puskesmas Way Sulan masih sebatas rawat jalan. Padahal masyarakat membutuhkan layanan rawat inap untuk penanganan yang lebih intensif,” ujar Dimas, Senin (5/4/2026).

Menurutnya, kondisi geografis dan akses menuju rumah sakit rujukan menjadi faktor utama urgensi peningkatan fasilitas tersebut. Jarak tempuh menuju RSUD Kalianda maupun RSUD Bob Bazar diperkirakan mencapai sekitar 40 kilometer dengan waktu perjalanan hampir satu jam.

“Dalam kondisi darurat, jarak sejauh itu sangat berisiko. Keterlambatan penanganan medis bisa membahayakan keselamatan pasien,” tegasnya.

FAAN pun mendorong Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk menjadikan peningkatan status Puskesmas Way Sulan sebagai prioritas pembangunan ke depan.

“Kami berharap Bapak Bupati dapat merealisasikan layanan rawat inap di Way Sulan. Wilayah ini mencakup delapan desa dan posisinya cukup strategis, tetapi akses ke rumah sakit masih jauh,” tambah Dimas.

Ia menjelaskan, keberadaan fasilitas rawat inap di tingkat kecamatan akan mempercepat penanganan awal pasien sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit rujukan yang jaraknya cukup jauh.

“Ini menyangkut nyawa manusia. Maka peningkatan fasilitas kesehatan harus menjadi perhatian serius,” pungkasnya.

Dorongan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerataan layanan kesehatan di wilayah pelosok masih menjadi pekerjaan rumah, sekaligus harapan masyarakat agar pelayanan dasar dapat diakses lebih cepat, mudah, dan merata. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *