Bandarlampung – Komandan Satuan Brimob Polda Lampung, Komisaris Besar Polisi (KBP) Yustanto Mujiharso, mengambil apel kesatuan yang dilaksanakan pada Selasa (1/4/2026).
Dalam arahannya, ia menekankan kedisiplinan personil sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, mengingat dinamika perkembangan dunia yang berjalan pesat dan memiliki dampak signifikan bagi Indonesia.
Perhatian utama disampaikan terkait isu pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berpotensi meluas ke berbagai permasalahan lain, serta situasi geopolitik global seperti konflik yang melibatkan Iran, Rusia, dan Amerika Serikat yang dapat memengaruhi keamanan dan ketertiban dunia.
Situasi di Selat Hormuz, yang berkaitan erat dengan distribusi BBM global, juga menjadi sorotan penting karena dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan di dalam negeri.
Selain tantangan geopolitik, Dansat Brimob juga menyoroti ancaman lain yang semakin nyata, mulai dari ancaman siber, kejahatan transnasional, hingga bencana alam yang frekuensinya meningkat.
Personil diharapkan mampu menghadapi berbagai risiko tersebut dengan efektif dan efisien. Dalam konteks penanganan aksi massa dan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya, kedisiplinan juga menjadi kunci untuk menjaga profesionalisme dan integritas institusi Polri serta kepercayaan masyarakat.
“Setiap anggota harus tetap waspada dan siap siaga. Perkembangan situasi dunia tidak bisa diabaikan karena dampaknya bisa sampai ke tanah air. Dengan kedisiplinan yang tinggi, kita bisa menjalankan tugas dengan optimal dan berkontribusi nyata dalam menjaga keamanan bangsa,” tegas KBP Yustanto Mujiharso dalam arahannya.
Melalui apel kesatuan ini, diharapkan seluruh personil Brimob Polda Lampung dapat memperkuat komitmen, meningkatkan kesiapan, dan tetap menjaga standar pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat di tengah berbagai tantangan yang ada. (*).












