TELUK NIPAH MENUJU DESTINASI WISATA PREMIUM

Lampung Selatan Bersiap Bangun Kawasan Wisata Terpadu, Pengusaha Minta Jangan Sekadar Wacana

KALIANDA — Teluk Nipah di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, kembali mencuat sebagai calon destinasi wisata unggulan Lampung. Kawasan pesisir yang menawarkan panorama laut, perbukitan dan tebing itu kini tengah dikaji untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata premium dan terpadu.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi sekaligus peninjauan lapangan pada Selasa (18/8). Sejumlah pihak terlibat, mulai Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Selatan, BPN, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), hingga PTPN I.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung Tony Ferdinansyah mengatakan, pengembangan Teluk Nipah akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek pariwisata, lingkungan, pertanahan, aset, investasi dan keberlanjutan.

“Pengembangan kawasan diarahkan secara bertahap dengan memperhatikan aspek pariwisata, lingkungan, pertanahan, aset, investasi, dan keberlanjutan,” kata Tony.

Konsep yang disiapkan terbilang besar. Teluk Nipah direncanakan memiliki hotel berbintang, restoran, fasilitas rekreasi, kawasan komersial, kawasan tepi pantai hingga fasilitas MICE. Konsep wellness tourism juga diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan kawasan.

Potensi perkebunan PTPN I turut masuk dalam konsep. Kawasan dapat dikembangkan menjadi agrowisata dan wisata edukasi, termasuk kunjungan perkebunan, pengenalan proses produksi serta pengembangan kuliner berbasis komoditas lokal.

Namun, dukungan terhadap rencana tersebut dibarengi catatan agar pembangunan benar-benar direalisasikan.

Pelaku usaha yang ikut menanggapi rencana tersebut, Adi Adiyatama, menyambut positif gagasan menjadikan Teluk Nipah sebagai kawasan wisata. Ia menilai akses jalan menuju lokasi harus menjadi perhatian utama, bersamaan dengan edukasi masyarakat sekitar.

“Teluk Nipah jadi kawasan wisata namun akses masuknya, jalannya diperlebar dan diperbaiki. Masyarakat sekitar pun harus diedukasi,” ujar Adi.

Menurutnya, Teluk Nipah memiliki potensi alam yang sangat besar. Ia mengingatkan agar rencana pengembangan tidak berhenti sebagai wacana seperti gagasan pengembangan kawasan yang pernah muncul sebelumnya.

“Jangan sampai ini jadi proyek omon-omon lagi. Gak gampang merealisasikannya karena kawasan ini jika dibentuk akan jadi kawasan terbaik di Indonesia. Konturnya pantainya dan view-nya the best,” katanya.

Saat ini, ITDC disebut masih melakukan kajian kelayakan dan penyusunan konsep pengembangan secara bertahap. Kajian mencakup lahan, aset, aktivitas pertambangan dan perkebunan, regulasi, skema kerja sama serta investasi.

Bila terealisasi, Teluk Nipah berpotensi menjadi salah satu ikon pariwisata baru Lampung Selatan—dengan tantangan terbesar memastikan konsep besar tersebut benar-benar diwujudkan, akses diperbaiki, masyarakat dilibatkan dan kelestarian kawasan tetap terjaga. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *