Gubernur Mirza: Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru Lampung
Bandarlampung — Gubernur Rahmat Mirzani Djausal resmi menutup kegiatan Lampung Sharia Economic Festival 2026 atau Lasef Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang digelar di Lampung City Mall, Minggu (10/5/2026).
Festival ekonomi syariah yang diselenggarakan Bank Indonesia Provinsi Lampung selama tiga hari, 8–10 Mei 2026, tersebut berhasil mencatat komitmen pembiayaan syariah mencapai Rp230 miliar melalui kegiatan business matching yang melibatkan 15 lembaga keuangan dan 9.873 UMKM di Provinsi Lampung.
Mengusung tema “Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan di Provinsi Lampung”, Lasef 2026 menghadirkan berbagai program strategis mulai dari pameran UMKM, bazar kuliner halal, promosi produk unggulan daerah, hingga fasilitasi pembiayaan syariah bagi pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Lasef 2026 yang dinilai mampu menghadirkan ekonomi syariah secara nyata di tengah masyarakat.
> “Tadi telah kita saksikan bagaimana ekonomi syariah hadir dan tumbuh secara nyata di tengah masyarakat melalui berbagai rangkaian kegiatan yang inspiratif dan penuh manfaat,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Menurutnya, Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena didukung kekuatan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, industri halal, hingga UMKM yang terus berkembang.
Gubernur juga menilai keterlibatan puluhan UMKM dalam Halal Mart menjadi bukti tingginya daya saing produk lokal Lampung, mulai dari kopi khas Lampung, produk olahan pangan, hingga wastra daerah yang berpotensi menembus pasar nasional maupun internasional.
> “Saya yakin, dengan didukung kekuatan sektor pertanian, UMKM, industri halal, pondok pesantren, serta potensi zakat dan wakaf produktif yang terus berkembang, ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, OJK, lembaga keuangan syariah, pondok pesantren, serta pelaku UMKM yang ikut menyukseskan Lasef 2026.
Menurut Bimo, antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama pelaksanaan kegiatan, terutama pada pameran UMKM, bazar kuliner halal, serta promosi produk unggulan lokal seperti kopi dan keripik khas Lampung.
Ia menambahkan, capaian komitmen pembiayaan senilai Rp230 miliar menjadi bukti nyata bahwa sinergi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Lampung terus menunjukkan perkembangan positif.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk mendorong ekonomi syariah yang semakin inklusif, maju, dan berkelanjutan di Sai Bumi Ruwa Jurai. (*).












