KAI Divre II Sumbar Bangun Budaya Selamat di Perlintasan

Edukasi Berkelanjutan, Tutup Perlintasan Rawan dan Salurkan Bantuan TJSL Rp72,85 Juta

Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat memperkuat komitmennya membangun budaya keselamatan di perlintasan sebidang melalui edukasi berkelanjutan, penanganan titik rawan, serta penguatan sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan sekaligus menciptakan perjalanan kereta api yang semakin aman dan andal.

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Keselamatan di perlintasan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI sebagai operator, tetapi juga pemerintah sebagai regulator dan penyelenggara jalan, serta masyarakat sebagai pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan dan meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan potensi kecelakaan di perlintasan,” ujar Reza, Kamis (16/7).

Sebagai langkah nyata, KAI Divre II Sumbar secara rutin menggelar sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah yang berada di sekitar jalur rel. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai bahaya beraktivitas di jalur kereta api, pentingnya mematuhi rambu dan sinyal perkeretaapian, serta tata cara melintasi perlintasan sebidang dengan aman.

Di lapangan, KAI juga melakukan berbagai upaya mitigasi, mulai dari penutupan perlintasan sebidang yang tidak memenuhi ketentuan, sosialisasi di perlintasan resmi, hingga pemasangan banner keselamatan pada sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan.

Menurut Reza, kombinasi edukasi dan penanganan titik rawan merupakan strategi efektif untuk membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

“Kami ingin membangun budaya selamat, bukan sekadar meningkatkan kewaspadaan sesaat. Ketika masyarakat memahami risikonya dan fasilitas keselamatan terus diperkuat, potensi kecelakaan dapat diminimalkan,” tegasnya.

Selain fokus pada aspek keselamatan, KAI Divre II Sumbar juga menyalurkan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp72,85 juta kepada sejumlah fasilitas ibadah, sarana olahraga, kelompok masyarakat, serta perangkat kebersihan di wilayah sekitar jalur rel.

Program tersebut, lanjut Reza, menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keselamatan di lingkungan perkeretaapian.

Ketua Kelompok Masyarakat Pemuda Pampangan Nan XX, Kota Padang, Boy, mengapresiasi kepedulian KAI Divre II Sumbar yang dinilai tidak hanya membantu kebutuhan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan kereta api.

KAI Divre II Sumbar optimistis sinergi antara operator, pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, dan masyarakat akan semakin memperkuat budaya keselamatan di perlintasan sebidang, sehingga mampu mewujudkan perjalanan kereta api yang lebih selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jasa maupun masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *