Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Pedoman Membangun Daerah

Bandarlampung – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Raya Al-Bakrie Lampung saat Pemerintah Provinsi Lampung memperingati Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah, Sabtu (7/3). Mengusung tema “Lampung Bersyukur”, peringatan ini menjadi momentum spiritual bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat iman sekaligus mempererat kebersamaan di tengah bulan suci Ramadan.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Ketua TP PKK Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta ratusan masyarakat yang memadati masjid kebanggaan Provinsi Lampung itu.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengajak masyarakat menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai pengingat untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Malam Nuzulul Qur’an mengingatkan kita semua bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk hidup, sumber ilmu, sekaligus pedoman dalam membangun peradaban. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat iman dan memperbaiki diri,” ujar Mirza di hadapan jamaah.

Ia menegaskan, semangat Al-Qur’an harus tercermin dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah, mulai dari kejujuran dalam bekerja hingga kepedulian terhadap sesama.

“Saya berharap nilai-nilai Al-Qur’an terus hidup di tengah masyarakat Lampung. Mari kita bekerja dengan jujur, saling menguatkan, dan bersama-sama membangun Lampung dengan penuh keberkahan. Kita ingin Lampung tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga kuat dalam keimanan dan kebersamaan,” kata Mirza.

Pada kesempatan tersebut, doa juga dipanjatkan untuk keselamatan masyarakat Lampung, khususnya bagi warga yang tengah menghadapi musibah banjir di sejumlah wilayah.

Menurut Mirza, kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dari ajaran Al-Qur’an yang harus terus dijaga. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas di tengah berbagai ujian.

“Semoga Allah SWT selalu membimbing langkah kita dan menjadikan Lampung sebagai daerah yang diberkahi, masyarakatnya rukun, serta pembangunan berjalan dengan kebaikan dan kebermanfaatan bagi semua,” ujarnya.

Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut berlangsung khidmat dengan rangkaian tausiah, doa bersama, dan refleksi spiritual. Momentum ini diharapkan semakin menumbuhkan empati sosial, memperkuat ukhuwah, serta meneguhkan komitmen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan kehidupan di Bumi Ruwa Jurai. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *