BANDAR LAMPUNG — Rahmat Mirzani Djausal menegaskan peran strategis insinyur sebagai pilar utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di tengah kompleksitas tantangan zaman. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Halal Bihalal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Minggu (12/4).
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menekankan bahwa arah pembangunan saat ini tidak lagi semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, melainkan juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.
“Fokus pembangunan meliputi infrastruktur terintegrasi, pertanian modern, ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, serta pembangunan berwawasan lingkungan,” ujar Mirza.
Ia menegaskan, keberhasilan berbagai program tersebut sangat bergantung pada kualitas insinyur yang memiliki kapasitas, integritas, dan profesionalisme tinggi, sehingga setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Mirza juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas insinyur guna memastikan pembangunan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Selain itu, ia mendorong lahirnya lebih banyak insinyur muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya di bidang energi terbarukan, transformasi digital, dan rekayasa lingkungan.
“Ke depan, tantangan pembangunan akan semakin kompleks dan membutuhkan solusi inovatif serta berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PII Lampung, Mulyadi Irsan, menyatakan bahwa penguatan profesi insinyur harus didukung melalui implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
Menurutnya, insinyur memiliki peran vital dalam pembangunan nasional, termasuk dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi profesi bagi lulusan teknik untuk memperoleh gelar insinyur profesional sebagai upaya meningkatkan daya saing. Saat ini, jumlah insinyur di Indonesia masih tergolong rendah, yakni sekitar 3.000 insinyur per satu juta penduduk.
“Ini menjadi tantangan bersama untuk meningkatkan jumlah insinyur profesional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak,” ujarnya.
Dengan penguatan sinergi tersebut, peran insinyur di Lampung diharapkan semakin optimal dalam mendukung pembangunan daerah di berbagai sektor strategis. (*).












