Gubernur Dorong Generasi Muda Tentukan Arah Indonesia Emas 2045

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi luas dengan kalangan mahasiswa dalam mendorong pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam kegiatan Stadium General BEM Universitas Lampung (Unila) Periode 2026.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Gubernur menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa, khususnya menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Pemerintah Provinsi Lampung sangat ingin berkolaborasi. Kalian berhak menentukan Indonesia Emas itu akan jadi seperti apa,” ujarnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Mahasiswa sebagai Katalisator Perubahan serta Pusat Gerak Menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045” tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unila Periode 2026. Jabatan Presiden BEM resmi diserahterimakan dari Muhammad Amar Fauzan kepada Aditiya Putra Bayu.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak semata ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menyebut Lampung tengah berada pada momentum bonus demografi, dengan sekitar 71 persen penduduk berada di usia produktif.

“Semakin tinggi kualitas SDM, semakin cepat peradaban itu maju. Mahasiswa menjadi salah satu kunci utama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi aktif memanfaatkan potensi daerah sekaligus menjalankan fungsi sebagai social control.

“Jika pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat, kalian wajib berbicara dan bersuara. Karena kebijakan hari ini menentukan nasib kalian 20 tahun ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, menilai tema kegiatan sangat relevan dengan tantangan zaman. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi, mengembangkan potensi diri, serta menjunjung tinggi etika dan integritas.

“Jadikan kampus sebagai ruang pembelajaran ke segala arah dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi global,” ujarnya.

Presiden BEM Unila 2026, Aditiya Putra Bayu, menegaskan komitmennya menjadikan organisasi mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah.

“Kami tidak memposisikan diri sebagai oposisi, tetapi sebagai mitra kritis. Kami siap bersinergi jika kebijakan berpihak kepada rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan pentingnya pola pikir kritis dan sistematis bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan setelah lulus.

“Modal utama adalah kemampuan berpikir kritis dan mencari akar permasalahan. Tantangan sesungguhnya dimulai setelah lulus dari kampus,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dalam mencetak generasi unggul yang siap membawa Indonesia menuju masa depan gemilang 2045. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *