BANDAR LAMPUNG – Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 tak sekadar menjadi panggung promosi pariwisata, tetapi juga diarahkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat Lampung. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan perhelatan tahunan ini mampu memperkuat sektor pariwisata, menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengembangkan ekonomi kreatif, serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan, keberhasilan Festival Krakatau membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dukungan pembiayaan sekitar 95 persen dari berbagai pihak, mulai dari swasta, BUMN, BUMD, hingga mitra lainnya, menjadi bukti pentingnya gotong royong dalam penyelenggaraan event pariwisata.
Hal itu disampaikan Jihan dalam konferensi pers Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di El’s Coffee Roastery, Bandar Lampung, Rabu (12/8/2026).
Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 25–30 Agustus 2026 tersebut mengusung semangat **“Nengah Nyappur”**, nilai budaya Lampung yang merepresentasikan kebersamaan, keterbukaan, kreativitas, dan persatuan.
### PARIWISATA HARUS BERDAMPAK NYATA
Jihan menekankan, pengembangan pariwisata Lampung tidak boleh hanya bertumpu pada keindahan alam. Potensi wisata harus terintegrasi dengan budaya, kuliner, ekonomi kreatif, dan produk unggulan masyarakat agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan selama berkunjung.
Pemprov Lampung juga menargetkan peningkatan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian, mulai dari sektor perhotelan, restoran, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM.
Untuk mengukur dampak festival, pemerintah akan mencatat sejumlah indikator, antara lain jumlah pengunjung, transaksi ekonomi, manfaat bagi UMKM, serta eksposur promosi melalui media sosial.
“Promosi terbaik adalah melalui cerita yang dapat dipercaya,” tegas Jihan, seraya mengajak masyarakat, pelaku pariwisata, media, dan influencer bersama-sama memperkenalkan potensi Lampung.
### KULINER, KOPI HINGGA KARNAVAL
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Tony Ferdinansyah menyebut Festival Krakatau telah menjadi etalase besar yang menampilkan kekayaan alam, tradisi, kreativitas, dan perkembangan Lampung.
Sejumlah agenda disiapkan untuk menarik pengunjung sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha. Festival Kuliner Krakatau akan melibatkan lebih dari 50 tenant kuliner. Ada pula Krakatau Talks & Expo yang mengangkat bisnis kopi dari hulu hingga hilir, kompetisi bartender coffee, kompetisi kopi, solo song, modern dance, festival band, fashion show anak, dan lomba memasak makanan khas.
Rangkaian acara juga mencakup karnaval dengan rencana keterlibatan sekitar 1.500 peserta, Lampung Campus Karnaval, pembukaan di Lapangan Saburai, serta Malam Pesona dan pemilihan Krakatau pada 30 Agustus 2026.
Tak hanya terpusat di Bandar Lampung, rangkaian kegiatan kolaboratif turut direncanakan melalui Harbour Festival di Lampung Selatan, kegiatan di Teluk Kiluan bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, serta kegiatan olahraga di Pantai Candi Mas.
### DORONG FESTIVAL RAMAH LINGKUNGAN
Pemprov Lampung juga mendorong konsep *Zero Waste Festival* melalui gerakan kebersihan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah bank sampah. Langkah ini diarahkan untuk menjaga agar aktivitas pariwisata tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Dukungan asosiasi hotel, restoran, dan agen perjalanan juga diharapkan menghadirkan paket wisata yang mengajak pengunjung menjelajahi lebih banyak destinasi di Lampung.
Melalui Festival Krakatau XXXV, Pemprov Lampung ingin membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi, memperluas pasar produk lokal, serta menjadikan budaya sebagai daya tarik yang mampu memperpanjang pengalaman wisatawan.
**Tantangannya bukan hanya mendatangkan pengunjung, tetapi memastikan kehadiran mereka menghasilkan transaksi, membuka peluang usaha, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat Lampung. (*).












