Nessy Kalviya Resmi Duduki Kursi DPR RI, Bawa Suara Lampung II ke Senayan

JAKARTA — Kursi keterwakilan masyarakat Lampung II di DPR RI kini resmi ditempati Nessy Kalviya, S.T., M.M. Politisi Partai NasDem itu dilantik sebagai anggota DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW) dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Nessy menggantikan almarhum Tamanuri untuk melanjutkan sisa masa jabatan DPR RI periode 2024–2029. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 70/P Tahun 2026 tertanggal 22 Juni 2026.

Pengucapan sumpah/janji dipandu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya tugas Nessy sebagai wakil rakyat Lampung II di tingkat nasional.

Namun bagi Nessy, kursi parlemen bukan sekadar posisi politik. Di balik jabatan tersebut terdapat mandat, harapan dan kepercayaan masyarakat yang harus dijawab melalui kerja nyata.

“Hari ini bukan tentang mendapatkan sebuah jabatan, tetapi tentang menerima amanah. Ada begitu banyak doa, harapan, dan kepercayaan masyarakat yang ikut saya bawa ke Senayan,” kata Nessy.

Tak Sekadar Berbicara

Nessy menegaskan dirinya ingin membangun pola kerja yang dekat dengan masyarakat. Ia memilih mendengar lebih banyak agar berbagai persoalan di daerah dapat dipahami secara langsung sebelum diperjuangkan melalui jalur parlemen.

Menurutnya, seorang wakil rakyat tidak cukup hanya hadir dalam ruang sidang. Aspirasi masyarakat harus menjadi pijakan dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.

“Saya mungkin tidak bisa menjanjikan semuanya dapat selesai dengan cepat. Tetapi saya bisa berjanji untuk mendengar, untuk hadir, dan untuk terus berusaha memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia pun membuka pintu bagi masyarakat Lampung II untuk menyampaikan aspirasi, termasuk kritik dan saran.

“Jangan ragu untuk menyampaikan apa pun kepada saya. Saya ingin menjadi bagian dari masyarakat yang mendengar, bukan hanya berbicara. Kalau ada yang bisa saya perjuangkan, insyaallah akan saya perjuangkan,” tegasnya.

Pendidikan hingga Ekonomi Jadi Perhatian

Nessy menyebut sejumlah persoalan strategis akan menjadi perhatian selama menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI. Di antaranya pendidikan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan.

Ia menegaskan kepentingan masyarakat akan menjadi pertimbangan utama dalam menjalankan fungsi parlemen.

Sebagai kader NasDem, Nessy juga memastikan amanah partai akan dijalankan seiring dengan mandat yang diberikan masyarakat.

“NasDem memberikan saya kepercayaan, dan masyarakat memberikan saya amanah. Keduanya harus saya jawab dengan kerja dan tanggung jawab,” katanya.

Pelantikan tersebut juga menjadi momentum bagi Nessy untuk menyampaikan penghormatan kepada almarhum Tamanuri yang sebelumnya menjadi wakil masyarakat Lampung II di DPR RI.

Nessy menyadari tugas yang kini berada di pundaknya merupakan tanggung jawab besar. Karena itu, ia berharap perjuangan di Senayan dapat dilakukan secara bersama-sama dengan masyarakat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen Lampung.

“Saya datang ke Senayan membawa suara masyarakat. Saya mohon doa agar diberi kekuatan untuk menjaga amanah ini, tetap rendah hati, dan tidak lupa bahwa saya ada di sini karena kepercayaan masyarakat,” ucapnya.

Targetkan Kehadiran yang Dirasakan

Dengan dilantiknya Nessy Kalviya, keterwakilan Partai NasDem dari Dapil Lampung II di DPR RI kembali berlanjut hingga penghujung periode 2024–2029.

Nessy berharap keberadaannya di parlemen dapat memperkuat hubungan antara masyarakat Lampung II dengan pemerintah pusat serta membuka lebih banyak peluang bagi kepentingan daerah untuk diperjuangkan di tingkat nasional.

“Bismillah, saya terima amanah ini. Saya tidak ingin hanya menjadi anggota DPR, tetapi ingin menjadi wakil rakyat yang benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Mohon doa dan dukungannya.”

Dari Lampung II ke Senayan: Nessy membawa satu pesan utama—lebih banyak mendengar, lebih banyak bekerja, dan memperjuangkan aspirasi rakyat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *