DEDI YUGINTA: TANAMKAN NILAI KEBANGSAAN SEJAK DINI

ORANG TUA JADI BENTENG PANCASILA DI ERA MEDIA SOSIAL, JANGAN BIARKAN ANAK TERGERUS KONTEN DIGITAL

BANDAR LAMPUNG — Derasnya arus informasi di media sosial menjadi tantangan baru dalam membentuk karakter generasi muda. Di tengah kondisi tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, SE., M.Si., menegaskan keluarga, khususnya orang tua, harus menjadi benteng pertama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak.

Pesan itu disampaikan Dedi saat kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Minggu (10/8). Ia mengingatkan bahwa pendidikan Pancasila tidak cukup hanya dibebankan kepada sekolah dan pemerintah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Menurut Dedi, terjadi perubahan dalam pola pendidikan generasi saat ini. Jika dahulu nilai-nilai Pancasila lebih intensif diajarkan di sekolah, termasuk kewajiban menghafal lima sila, kini tidak sedikit anak yang bahkan belum hafal seluruh sila Pancasila.

“Dahulu waktu saya sekolah, pendidikan Pancasila sangat diterapkan. Bahkan, lima sila wajib dihafal oleh setiap anak,” ujar Dedi.

Ia menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Bukan sekadar persoalan hafalan, tetapi bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam perilaku sehari-hari.

“Akan tetapi bila kita lihat anak-anak sekarang, banyak yang tidak menerapkan Pancasila, bahkan tidak hafal lima sila tersebut,” katanya.

ERA DIGITAL JADI TANTANGAN

Dedi menilai perkembangan teknologi dan media sosial membawa tantangan tersendiri bagi pembentukan karakter anak. Berbagai informasi dan konten dapat diakses dengan mudah, termasuk konten yang tidak sejalan dengan norma, etika dan nilai moral bangsa.

Karena itu, orang tua dituntut tidak hanya mengawasi aktivitas anak di dunia digital, tetapi juga membekali mereka dengan nilai dan karakter yang kuat.

“Untuk itu, kita sebagai orang tua sangat penting untuk mengajarkan anak-anak kita nilai-nilai Pancasila agar bisa terjaga dari sikap amoral di era media sosial yang sangat pesat ini,” tegasnya.

Menurut Dedi, penguatan Pancasila harus dilakukan melalui pembiasaan. Anak perlu dikenalkan dengan nilai gotong royong, toleransi, persatuan, keadilan, kemanusiaan, serta sikap menghargai sesama sejak usia dini.

KETELADANAN DIMULAI DARI RUMAH

Dedi menegaskan, pendidikan karakter akan lebih efektif apabila anak melihat langsung contoh dari orang-orang terdekatnya. Karena itu, orang tua harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

Ia berharap keluarga, sekolah dan pemerintah dapat berjalan bersama dalam memperkuat ideologi Pancasila. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mengenal Pancasila sebagai lima sila yang harus dihafalkan, tetapi menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari—termasuk ketika berinteraksi di ruang digital.

“Pancasila bukan sekadar untuk dihafal. Nilainya harus hidup dalam sikap dan perilaku anak sejak dini,” pesan Dedi. (*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *