Dokumenter The Tea Trail Soroti Keindahan Alam, Sejarah, dan Kualitas Teh Indonesia sebagai Warisan Bernilai Global
BANDUNG – Kebun Rancabali milik PTPN I (Persero) Regional 2 mencuri perhatian dunia. Media asal Amerika Serikat, Lost In Space Media, memilih kawasan perkebunan teh di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai lokasi utama penggarapan film dokumenter The Tea Trail yang mengangkat perjalanan panjang teh Indonesia dari kebun hingga menjadi minuman yang dinikmati masyarakat dunia.
Pendiri Lost In Space Media, Connor Space, bersama timnya merekam seluruh proses produksi, mulai dari pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, hingga kehidupan para pekerja yang menjaga tradisi perkebunan selama puluhan tahun. Keindahan lanskap Rancabali, kualitas teh, dan nilai sejarah menjadi alasan utama dipilihnya lokasi tersebut.
“Rancabali memiliki cerita yang sangat istimewa. Tempat ini bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, tetapi juga menghasilkan teh berkualitas dan memiliki hubungan erat dengan sejarah perkembangan teh di Indonesia. Kami ingin membawa cerita ini kepada masyarakat dunia,” ujar Connor Space.
Menurut Connor, dokumenter tersebut ingin menunjukkan bahwa secangkir teh bukan sekadar minuman, melainkan menyimpan kisah tentang manusia, alam, budaya, serta tradisi yang diwariskan lintas generasi.
Selain mengeksplorasi proses produksi, tim Lost In Space Media juga menampilkan potensi agrowisata Rancabali yang memadukan fungsi perkebunan, edukasi, konservasi, dan pariwisata berbasis alam.
Bagi PTPN I, peliputan internasional ini menjadi momentum strategis memperkenalkan kekayaan perkebunan Indonesia kepada dunia sekaligus memperkuat citra komoditas teh nasional di pasar global. Transformasi perkebunan yang mengedepankan produktivitas, keberlanjutan, dan pengembangan agroindustri diyakini akan semakin meningkatkan daya saing teh Indonesia di tingkat internasional. (*).












