DI SAAT HARAPAN ITU KEMBALI MENYALA

Mukhlis Basri Datang, Doa Bersama Menguatkan Maryani Usai Putusan Bebas

Di sebuah rumah sederhana di kawasan Korpri, Bandar Lampung, belum lama ini, suasana haru bercampur syukur menyelimuti puluhan warga yang berkumpul. Lantunan doa menggema, mengiringi rasa lega setelah Maryani dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Menggala.

Momen itu bukan sekadar doa bersama. Bagi keluarga dan warga yang hadir, itu adalah penanda bahwa perjuangan panjang mencari keadilan akhirnya menemukan titik terang.

Di tengah suasana tersebut, hadir Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Lampung I dari Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri. Kehadirannya disambut hangat masyarakat. Tidak sedikit warga yang menyampaikan apresiasi karena menilai mantan Bupati Lampung Barat dua periode itu tetap dekat dengan rakyat, termasuk ketika mereka menghadapi persoalan hukum.

Mukhlis memilih tidak banyak berbicara mengenai perkara yang telah diputus pengadilan. Baginya, yang terpenting adalah menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan memastikan setiap warga memperoleh perlakuan yang adil.

“Saya hadir untuk memberikan dukungan moral kepada masyarakat. Kita menghormati putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum. Negara harus memastikan setiap warga mendapatkan perlindungan hukum yang adil, tanpa membeda-bedakan siapa pun,” ujar Mukhlis Basri.

Menurutnya, keadilan merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa. Ketika masyarakat merasa hak-haknya dilindungi, kepercayaan terhadap negara akan semakin kuat.

Ia berharap seluruh aparat penegak hukum terus menjaga profesionalisme, objektivitas, dan integritas dalam setiap proses penegakan hukum.

“Hukum harus menjadi tempat masyarakat memperoleh keadilan dan kepastian. Semua institusi penegak hukum memiliki tanggung jawab menjaga kepercayaan publik dengan bekerja secara profesional, transparan, serta menjunjung tinggi hak-hak setiap warga negara,” katanya.

Di sela-sela doa bersama, warga silih berganti menyalami Mukhlis. Sebagian mengungkapkan rasa syukur, sebagian lagi berharap peristiwa yang dialami Maryani menjadi pelajaran agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa kehilangan harapan dalam mencari keadilan.

Acara berlangsung sederhana, tanpa kemewahan. Namun, suasana kekeluargaan begitu terasa. Doa-doa dipanjatkan agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui jalur hukum yang adil dan bermartabat.

Bagi Mukhlis Basri, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bagian dari komitmen sebagai wakil rakyat untuk mendengar, menguatkan, dan memastikan suara masyarakat tetap mendapat tempat dalam kehidupan berbangsa.

Di rumah sederhana itu, doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk Maryani. Lebih dari itu, doa dipersembahkan agar keadilan selalu menjadi cahaya bagi setiap warga negara yang memperjuangkan haknya melalui jalan hukum. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *