Bela Budaya Bantah Isu Penolakan Jadi Penyebab Batalnya Kunjungan Jokowi Ke Pugung Raharjo

Nurdin: Tokoh Adat Enam Desa Sudah Siap Sambut Jokowi, Masyarakat Kecewa Kunjungan Batal

LAMPUNG TIMUR – Polemik batalnya rencana kunjungan mantan Presiden RI Joko Widodo ke kawasan Taman Purbakala Pugung Raharjo, Lampung Timur, terus bergulir. Ketua Bela Budaya Lampung Timur, Nurdin, membantah keras anggapan bahwa pembatalan kunjungan tersebut dipicu penolakan dari tokoh adat maupun masyarakat setempat.

Menurut Nurdin, informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menegaskan, para tokoh adat dari enam desa justru telah menyatakan kesiapan menyambut kedatangan Jokowi. Bahkan, mereka telah membuat video pernyataan dukungan sebagai bentuk penghormatan terhadap rencana kunjungan mantan kepala negara itu.

“Informasi yang menyebut batalnya kunjungan Pak Jokowi karena adanya penolakan dari tokoh adat tidak benar. Tidak ada penolakan. Tokoh adat dari enam desa sudah menyatakan siap menerima kehadiran beliau,” tegas Nurdin, Selasa (30/6).

Nurdin menjelaskan, dukungan tersebut datang dari tokoh-tokoh adat yang tergabung dalam Marga Sekappung dan Bandar Marga Sekappung Limo Migo. Mereka di antaranya Hasan Buay Pengammah (Lid Toba), Ahmad Kaisar, Pangeran Pagar Alam (Lid Bojong), Ibrahim Syah bergelar Batin Syah (Lid Desa Gunung Sugih Besar), Yusuf Pangeran Tinggal (Lid Desa Gunung Raya), Pangeran Anggeran (Lid Desa Peniangan), Ghayo Pagun (Desa Batu Badak), hingga Bandar Marga Sekappung Limo Migo.

Seluruh tokoh adat tersebut, kata dia, mendukung rencana kunjungan Jokowi dalam rangka pelestarian budaya di Taman Randu Mas dan Taman Purbakala Pugung Raharjo.

Ia juga menilai informasi yang berkembang semestinya dapat dihindari apabila terdapat komunikasi yang lebih baik antara tim Jokowi di Lampung dengan panitia penyelenggara.

“Harusnya tim Pak Jokowi di Lampung berkoordinasi dan mengonfirmasi kepada panitia penyelenggara sehingga tidak muncul kesalahpahaman yang akhirnya berkembang menjadi informasi yang keliru,” ujarnya.

Lebih jauh, Nurdin mengungkapkan batalnya kunjungan tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam bagi masyarakat dan para tokoh adat. Sebab, berbagai persiapan penyambutan telah dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Jokowi.

“Kami tentu menghormati keputusan yang diambil. Namun kami juga menyayangkan karena masyarakat dan tokoh adat sudah mempersiapkan penyambutan dengan penuh semangat. Kekecewaan itu nyata dirasakan oleh banyak pihak,” pungkasnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *