TIGA MAKNA KESALEHAN DALAM BERKURBAN

Mukhlis Basri: Idul Adha Momentum Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

Bandar Lampung — Anggota DPR RI Dapil Lampung I, Mukhlis Basri, menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha memiliki makna mendalam yang tidak hanya sebatas ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi refleksi nilai kesalehan dalam kehidupan umat.

Menurut Mukhlis Basri, terdapat tiga makna utama dalam ibadah kurban. Pertama adalah kesalehan spiritual, yakni bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui ketaatan dan kepasrahan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

Kedua, kesalehan individual yang mengajarkan tentang arti pengorbanan, keikhlasan, serta ketulusan hati dalam menjalani kehidupan. Sedangkan ketiga adalah kesalehan sosial, yakni semangat berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan.

“Momen Idul Adha ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah Islamiah, memperkuat silaturahmi, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan di Provinsi Lampung,” ujar Mukhlis Basri, Selasa (26/5).

Dalam kesempatan tersebut, Mukhlis Basri juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh masyarakat Lampung.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M. Semoga kita dapat meneladani kepatuhan dan kepasrahan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim,” katanya.

Ia menambahkan, Idul Adha bukan sekadar tentang berkurban, melainkan momentum untuk belajar ikhlas, memperkuat keimanan, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Mukhlis Basri berharap gema takbir pada Hari Raya Idul Adha tahun ini membawa ketenangan, keberkahan, kesehatan, serta limpahan rezeki bagi seluruh masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *