JELANG JUMAT AGUNG, HIMKRIS DARMAJAYA AJAK GEN Z HAYATI MAKNA PENGORBANAN

Ketua UKM: Wafat Yesus Bukan Sekadar Diperingati, Tapi Dihidupi

BANDAR LAMPUNG – Menjelang peringatan Jumat Agung, Ketua UKM Himpunan Mahasiswa Kristiani (Himkris) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Matthew Alexander Nicholas, mengajak generasi Z untuk memaknai peristiwa Wafat Yesus Kristus secara lebih mendalam dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Matthew, Wafat Yesus tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa religius semata, tetapi juga sebagai simbol kasih tanpa syarat dan pengorbanan tulus yang relevan lintas generasi.

“Makna utama dari Wafat Yesus adalah kasih yang tanpa syarat dan pengorbanan yang tulus. Ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupi, terutama oleh generasi muda saat ini,” ujarnya.

Ia menilai, generasi Z memiliki cara pandang yang lebih kontekstual dalam memahami nilai-nilai tersebut. Pengorbanan Yesus, lanjutnya, menjadi refleksi nyata tentang kasih yang diwujudkan dalam tindakan sederhana sehari-hari.

“Bagi kami Gen Z, wafat Yesus Kristus bermakna tentang pengorbanan untuk menyelamatkan orang-orang yang dikasihi-Nya,” tambahnya.

Di tengah era digital yang serba cepat dan cenderung individualistis, Matthew melihat peluang besar bagi generasi muda untuk mengaktualisasikan nilai empati, kepedulian sosial, dan keberanian dalam berbuat kebaikan.

Ia juga mengingatkan bahwa tekanan sosial dan tuntutan eksistensi di media sosial kerap menjauhkan generasi muda dari makna spiritual yang sesungguhnya. Padahal, menurutnya, nilai kerendahan hati dan keikhlasan justru menjadi inti dari peringatan Wafat Yesus.

“Pengorbanan tidak selalu berarti hal besar, tetapi bisa dimulai dari hal kecil seperti membantu sesama tanpa pamrih,” katanya.

Matthew turut mengapresiasi dukungan kampus yang dinilainya telah memberikan ruang bagi mahasiswa Kristiani untuk bertumbuh, baik secara spiritual maupun sosial. Keberadaan UKM Himkris disebut menjadi wadah penting dalam memperkuat iman sekaligus membangun solidaritas antar mahasiswa.

“Kampus sudah sangat memfasilitasi kami untuk bertumbuh dalam iman dan kebersamaan. Ini menjadi ruang yang positif bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Melalui momentum Jumat Agung ini, Himkris Darmajaya berharap generasi muda tidak hanya memahami nilai pengorbanan secara simbolik, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata sebagai bentuk iman yang hidup. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *