Lilla Rahmawati Tekankan Kekuatan Ide, Data, dan Dampak Bisnis
PALEMBANG – Dosen Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Lilla Rahmawati, membagikan strategi jitu agar mahasiswa mampu lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dalam forum pendampingan proposal di lingkungan LLDIKTI Wilayah II, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan yang digelar di Palembang ini diikuti mahasiswa dan dosen pendamping dari berbagai perguruan tinggi. Forum dibuka langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II, Iskhaq Iskandar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proposal bisnis mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Dalam pemaparannya, Lilla menegaskan bahwa proposal bukan sekadar dokumen administratif, melainkan alat utama untuk meyakinkan reviewer terhadap kelayakan sebuah ide bisnis.
“Proposal harus mampu menunjukkan kejelasan ide, relevansi dengan kebutuhan pasar, model bisnis yang rasional, serta tim yang siap mengeksekusi,” ujarnya.
Ia juga mengungkap pola pikir reviewer dalam menilai proposal, mulai dari pentingnya data yang valid, analisis yang kuat, hingga menghindari kesalahan umum seperti ide yang terlalu umum, minim riset pasar, serta praktik copy-paste tanpa pendalaman.
Menurutnya, kunci agar proposal menonjol terletak pada kejelasan masalah, solusi inovatif, target pasar yang spesifik, serta narasi yang kuat dan didukung angka yang logis.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman struktur proposal secara komprehensif, mulai dari latar belakang usaha, deskripsi bisnis, rencana kegiatan, hingga aspek keuangan dan monetisasi. Penekanan juga diberikan pada pentingnya menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan sebagai nilai tambah.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan praktik membedah proposal pemenang, sehingga peserta dapat memahami standar kualitas yang diharapkan dalam kompetisi P2MW.
Melalui pendampingan ini, diharapkan mahasiswa di wilayah LLDIKTI II mampu menghasilkan proposal bisnis yang inovatif, kompetitif, dan berpeluang besar mendapatkan pendanaan, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang mandiri dan berdampak. (***)












