Tanggamus — Konsolidasi internal terus diperkuat. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tanggamus, Burhanudin Noer, mengajak seluruh kader menjaga soliditas dan kekompakan demi mengembalikan kejayaan partai di Bumi Begawi Jejama.
Seruan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) ke-VI PDI Perjuangan se-Kabupaten Tanggamus di kantor partai setempat, Selasa (31/3/2026). Agenda tersebut menjadi momentum strategis untuk merapatkan barisan sekaligus memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan.
“Sebagai kader, kita harus tegak lurus menjalankan garis perjuangan partai. Kita dukung kepemimpinan DPD PDI Perjuangan Lampung di bawah Ibu Winarti. Hanya dengan persatuan dan gotong royong, cita-cita partai dapat tercapai,” tegas Burhanudin.
Ia menekankan pentingnya menyatukan langkah seluruh kader dalam satu komando, guna memperkuat posisi partai di tengah dinamika politik daerah yang semakin kompetitif.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Winarti, menegaskan bahwa Musancab merupakan amanat kongres partai dalam rangka konsolidasi organisasi secara menyeluruh.
“Musancab ini momentum penting untuk memastikan seluruh kader tegak lurus menjalankan garis perjuangan partai sesuai arahan Ketua Umum,” ujar Winarti, merujuk pada kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.
Menurutnya, penguatan struktur hingga akar rumput menjadi kunci dalam menjaga eksistensi dan daya juang partai di tengah masyarakat.
Dalam Musancab tersebut, terpilih 20 Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tanggamus. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak partai dalam menggerakkan mesin politik sekaligus menjaga loyalitas kader di tingkat basis.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pengurus DPD PDI Perjuangan Lampung serta perwakilan DPC dari berbagai daerah, menegaskan kuatnya koordinasi vertikal antara struktur partai di tingkat provinsi dan kabupaten.
Suasana Musancab berlangsung dinamis namun penuh semangat kebersamaan, mencerminkan tekad kader PDI Perjuangan Tanggamus untuk kembali solid dan siap menghadapi agenda politik ke depan. (*).












