Banjir Kian Parah, PGK Tagih Janji Wali Kota

Masyarakat Diminta Transparansi dan Penanganan Serius

Bandar Lampung — Curah hujan tinggi kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung. Genangan air dengan ketinggian yang cukup mengkhawatirkan di beberapa titik memicu kritik dari aktivis dan masyarakat terhadap penanganan banjir yang dinilai belum tuntas.

Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kota Bandar Lampung menilai kondisi tersebut tidak bisa semata-mata disebabkan oleh faktor alam. Menurut mereka, banjir yang terus berulang merupakan cerminan dari belum optimalnya pelaksanaan kebijakan tata kota yang komprehensif dan berkelanjutan.

PGK juga mengingatkan kembali komitmen yang pernah disampaikan Wali Kota Eva Dwiana saat debat kandidat pada pemilihan wali kota sebelumnya. Dalam forum tersebut, persoalan banjir disebut sebagai salah satu program prioritas yang dijanjikan akan diselesaikan secara serius.

“Masyarakat masih ingat janji-janji yang disampaikan di mimbar debat mengenai solusi banjir. Namun hingga saat ini warga di wilayah terdampak masih harus berhadapan dengan genangan air, lumpur, dan kerugian materiil setiap kali hujan turun,” ujar perwakilan PGK Bandar Lampung.

Kritik tersebut bukan tanpa dasar. Sebelumnya PGK Bandar Lampung juga pernah menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Bandar Lampung untuk menyuarakan persoalan serupa. Dalam aksi tersebut, PGK mendesak pemerintah kota segera melakukan perbaikan sistem drainase serta memperketat pengawasan terhadap pengembang perumahan yang dinilai berkontribusi pada berkurangnya daerah resapan air.

Dalam pernyataannya, PGK menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung. Pertama, merealisasikan janji kampanye terkait penanganan banjir melalui kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan. Kedua, melakukan audit lingkungan terhadap izin pembangunan, khususnya di wilayah perbukitan dan daerah resapan air. Ketiga, membuka secara transparan penggunaan anggaran penanggulangan banjir dan pembangunan sistem drainase.

PGK juga memberikan peringatan kepada pemerintah kota agar segera mengambil langkah konkret. Jika tidak ada upaya serius dalam waktu dekat, organisasi tersebut menyatakan siap kembali menggelar aksi demonstrasi di Kantor Wali Kota Bandar Lampung bersama masyarakat terdampak.

PGK menegaskan akan terus mengawal persoalan ini agar banjir tidak lagi menjadi peristiwa tahunan yang merugikan masyarakat Kota Bandar Lampung. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *