BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 20 penulis muda dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung lolos kurasi tahap pertama ajang Kemah Sastra 2026. Mereka terpilih dari total 71 karya puisi dan cerpen yang dikirimkan peserta dari kalangan pelajar hingga mahasiswa.
Sekretaris pelaksana kegiatan, Anggi Farhans, mengatakan proses seleksi dilakukan secara ketat oleh tim kurator untuk menentukan karya yang layak melaju ke tahap berikutnya.
“Tim kurator memilih 20 karya terbaik dari 71 naskah yang masuk. Banyak karya sebenarnya layak, tetapi panitia hanya mengambil 20 sesuai petunjuk teknis,” ujar Anggi dalam rapat panitia, Selasa (11/3/2026).
Penerima manfaat Dana Indonesiana, Fitri Angraini, menambahkan peserta yang lolos kurasi akan mengikuti lomba menulis puisi atau cerpen secara langsung pada 16 Maret 2026 di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam, lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Labuhan Ratu, Bandar Lampung.
Pada tahap tersebut, para peserta akan menulis karya secara offline mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Dewan juri kemudian memilih tiga karya terbaik sebagai pemenang.
“Juri yang kami libatkan adalah sastrawan yang sangat kredibel, yakni Arman AZ, Ari Pahala Hutabarat, dan Iin Zakaria,” kata Fitri.
Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada kegiatan puncak Kemah Sastra 2026 yang akan digelar April mendatang di Villa Dangau Kedaung.
Ketua pelaksana, Isbedy Stiawan ZS, menilai antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Peserta yang berasal dari siswa SMP, SMA, hingga mahasiswa bahkan melampaui target yang ditetapkan panitia.
“Karya-karya yang masuk banyak yang bagus, baik puisi maupun cerpen. Karena itu proses kurasi berlangsung sangat ketat,” ujarnya.
Ia menambahkan proses seleksi dilakukan tanpa melihat identitas penulis maupun asal daerah. Dari hasil kurasi tersebut, terpilih 11 cerpen dan 9 puisi yang dinilai memiliki kekuatan ide serta kualitas artistik yang baik.
Selama kegiatan kemah sastra nanti, para peserta juga akan mendapatkan pembinaan langsung dari sejumlah sastrawan dan akademisi, termasuk dari Universitas Lampung. Program ini diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan bagi penulis muda sekaligus memperkuat ekosistem sastra di Lampung.
Kemah Sastra 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi menulis, tetapi juga wadah bertemunya generasi muda dengan para sastrawan untuk berdiskusi, belajar, dan memperkaya perspektif dalam dunia kepenulisan. (*)












